MerahPutih.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik (molis) untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan anggaran 2025.
“Yang jelas tahun ini tidak ada, barusan saya cek lagi. Itu anggaran tahun lalu, tahun ini tidak ada,” kata Menkeu, kepada media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Terkait status sepeda motor akan tetapi dilakukan pembagian sesuai rencana, Meneku menyerahkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. "Tanya ke Pak Ketua BGN bagaimana statusnya," imbuhnya.
Baca juga:
Viral Puiuhan Ribu Motor Listrik untuk MBG, Menkeu Purbaya: Dulu Pernah Kami Tolak
Menkeu Sempat Bilang Anggaran Ditolak
Sebelumnya, Purbaya sempat mengaku tidak tahu soal pembelian motor listrik untuk operasional MBG. Sebab, pengajuannya tahun lalu pernah ditolak. Penolakan itu dinilainya karena belum menjadi prioritas.
"Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," tegas Purbaya, kemarin.
Purbaya menegaslan, fokus utama BGN adalah menyediakan makanan bergizi untuk seluruh masyarakat. Jadi, motor listrik dan komputer tidak relevan dengan tujuan utama mereka.
"Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya akan coba cek lagi," ujarnya.
Baca juga:
BGN Borong Motor Listrik untuk Kepala SPPG, CBA: Lahan Empuk Korupsi
Klarifikasi BGN
Sempat beredar video di media sosial yang menampilkan sepeda motor berlogo BGN yang memicu spekulasi publik terkait jumlah dan distribusi kendaraan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan motor listrik yang dianggarkan untuk Kepala SPPG memang masuk dalam anggaran 2025, namun belum dibagikan secara resmi.
Terkait isu jumlah pengadaan mencapai 70 ribu unit, Dadan menegaskan kabar itu tidak benar. “Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” tegasnya. (*)

