August PSI Dorong Pengusaha Maggot Ikut Olah Sampah di Jakarta

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
August PSI Dorong Pengusaha Maggot Ikut Olah Sampah di Jakarta

Tim gabungan terus berupaya mencari korban tertimbun sampah dampak longsor di area zona 4 TPST Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (8/3/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENASIHAT Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mendorong Pemerintah DKI untuk lebih memerhatikan lagi para pengusaha maggot yang ada di Ibu Kota. Menurutnya, para pengusaha maggot memiliki potensi yang besar untuk dijadikan mitra oleh Pemprov DKI dalam mengatasi permasalahan sampah di Jakarta. Apalagi tumpukan sampah semakin menggunung dan Jakarta membutuhkan solusi yang cepat untuk mengolahnya.

Hal ini diutarakan August setelah insiden longsor di Zona IV Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPSP) Bantargebang, Minggu (8/3).

"Kami punya banyak pengusaha pendaur ulang sampah yang menggunakan maggot di Jakarta ini. Jasa-jasanya dalam mengurangi jumlah sampah masyarakat pun tidak bisa dikatakan kecil. Di masa depan, Pemprov DKI harus menjadikan para pengusaha itu mitra dalam menangani sampah di Ibu Kota," katanya, Senin (9/3).

“Para pengusaha itu harus didukung. Pemprov DKI bahkan perlu memberikan bantuan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan bagi warga-warganya yang ingin memulai usaha di bidang itu. Semakin banyak pengusaha yang menjalankan usaha daur ulang sampah dengan menggunakan maggot ini sehingga lebih baik lagi,” sambungnya.

Baca juga:

Menteri LH Sebut Longsor Bantargebang Jadi Bukti Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah di Jakarta



Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap harinya per 2025. Itu sudah memenuhi tempat-tempat pembuangan yang ada seperti Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Kita harus segera mengurangi sampah-sampah yang dihasilkan warga Jakarta dari hari ke hari. Apalagi, tempat-tempat sampah kita juga sudah hampir penuh. Di Bantar Gebang, kondisinya sudah genting. Sekarang kita sering melihat berita ada tumpukan sampah yang longsor dari waktu ke waktu," tegasnya.

August menilai solusi-solusi alternatif seperti maggot yang dapat menghasilkan produk kompos dan produk-produk kreatifnya masih belum dimanfaatkan secara optimal. Data SIPSN Kementerian LH memperlihatkan Jakarta punya 2.867 fasilitas bank sampah. Sementara itu, hanya ada 421 fasilitas komposting dan 8 fasilitas produk kreatif lainnya.

"Cara-cara konvensional dalam mengelola sampah juga memiliki batasan-batasannya. Kita tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan itu, sampahnya hanya akan bertambah lebih banyak lagi. Pemprov DKI harus mencari solusi-solusi alternatif, dimulai dari menggandeng dan membantu pengusaha-pengusaha maggot," tegasnya.(Asp)



Baca juga:

Menteri LH Sebut Longsor Bantargebang Jadi Bukti Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah di Jakarta

#Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang #DKI Jakarta #Sampah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JakPro Janji Bereskan Tata Kelola Fasilitas JIS setelah Dikritik Rumput Lapangan Buruk
Evaluasi kondisi lapangan secara berkala menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas rumput tetap terjaga sesuai standar teknis yang berlaku.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
JakPro Janji Bereskan Tata Kelola Fasilitas JIS setelah Dikritik Rumput Lapangan Buruk
Indonesia
Jakarta dan Tokyo Perkuat Kemitraan Sister City, Bahas Kebudayaan hingga Komunitas Kreatif
Jakarta terus mendorong revitalisasi kawasan Kota Tua dengan tetap menjaga nilai sejarah dan budayanya.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jakarta dan Tokyo Perkuat Kemitraan Sister City, Bahas Kebudayaan hingga Komunitas Kreatif
Indonesia
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Penurunan lebih dari 52 persen itu ditopang pemanfaatan infrastruktur sosial di tingkat masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Indonesia
Cair, Pemprov DKI Salurkan Bansos PKD Oktober 2026 untuk 219.252 Penerima
Informasi resmi dan pembaruan data dapat diakses melalui website Dinas Sosial DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Cair, Pemprov DKI Salurkan Bansos PKD Oktober 2026 untuk 219.252 Penerima
Indonesia
Gubernur Pramono 'Sentil' Wali Kota Bekasi tak Kunjung Bangun Halte Transjabodetabek
Pramono mengaku menerima keluhan dari pengguna Transjabodetabek, terutama warga Bekasi.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Gubernur Pramono 'Sentil' Wali Kota Bekasi tak Kunjung Bangun Halte Transjabodetabek
Indonesia
Pasar Taman Puring Jadi Taman Setara, PSI Protes Keras ke Gubernur Pramono
menegaskan ini merupakan bentuk pengingkaran Pemerintah DKI terhadap komitmennya untuk memperbaiki pasar tersebut setelah terbakar pada Juli 2025 lalu.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pasar Taman Puring Jadi Taman Setara, PSI Protes Keras ke Gubernur Pramono
Indonesia
Jakarta dan Bekasi Kerja Sama Bereskan Masalah Sampah di Bantargebang
Kedua pemerintahan itu memperpanjang kerja sama untuk lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Jakarta dan Bekasi Kerja Sama Bereskan Masalah Sampah di Bantargebang
Berita Foto
Seram, Dekorasi Halloween Hiasi Pedestrian Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta
Sejumlah dekorasi bertema Halloween menghiasi kawasan pedestrian di depan Hotel Le Méridien, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Seram, Dekorasi Halloween Hiasi Pedestrian Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Pramono mengungkapkan laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Bagikan