Banjir Tak Pandang Agama, Attaufiq Bergerak Bersihkan Semua Tempat Ibadah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 05 Januari 2020
Banjir Tak Pandang Agama, Attaufiq Bergerak Bersihkan Semua Tempat Ibadah

Anggota ART (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOBIL losbak berwarna hitam itu sudah dipenuhi dengan tiga buah toren berwarna oranye. Tak hanya itu, peralatan kebersihan seperti vacuum cleaner dan mesin cuci steam juga memenuhi bagian belakang mobil. Pak Nur, empunya mobil, sudah siap menancap gas menuju Rumah Tahfidz Ma'had Tahfiz Qur'an Ibnu Katsir Yatim & Dhuafa yang berada di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/1).

Pemilik nama lengkap Muhamad Nur Nirwani itu ialah ketua DKM Masjid Attaufiq Lippo Cikarang. Dia bersama timnya, yang merupakan jamaah Masjid Attaufiq, memiliki misi untuk membersihkan Rumah Tahfidz tersebut yang terkena bencana banjir.

Baca juga:

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!

Masjid Attaufiq memang memiliki seksi bidang sosial bernama Attaufiq Response Team (ART) dalam struktur kepengurusannya. ART sudah lama bergerak dalam misi sosial, salah satunya membantu para korban gempa di Lombok dan Palu pada 2018 silam.

Attaufiq bergerak secara sukarela (Foto: Istimewa)

Bencana banjir yang melanda Jakarta sejak 1 Januari 2020 menggerakan hati para jamaah Masjid Attaufiq untuk memberikan bantuan kepada para korban. Kegiatan yang dilakukan ART untuk membantu korban banjir ialah membersihkan fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah. Tak hanya masjid, tetapi tempat ibadah semua agama yang terendam banjir awal tahun 2020 ini.

"Tempat ibadah Masjid, gereja, sekolah yang kotor terkena lumpur banjir silakan menghubungi tim kami," kata Nur saat dihubungi MerahPutih.com, Minggu (5/1) melalui telepon.

Menurut Nur, ART akan memberikan layanan pembersihan fasilitas umum di wilayah Jabodetabek secara gratis. Namun, sampai saat ini, ART baru mendapat panggilan di wilayah Tambun untuk membersihkan Rumah Tahfidz tadi dan juga sebuah Masjid.

"Awalnya kita hanya membuat dapur umum, untuk memberikan bantuan makanan kepada korban. Tapi kita merasa masih ada yang kurang, sudah banyak pihak yang memberikan bantuan makanan," tutur dia.

Baca juga:

Bikers, Begini Cara Memilih Jas Hujan Terbaik

ART bergerak dengan sukarela, anggota mereka sejauh ini berjumlah kurang lebih 20 orang. Dana yang mereka miliki berasal dari para jamaah Masjid, dan juga warga sekitar Masjid. Contohnya toren, disumbangkan oleh seorang pengusaha yang bergerak di bidang cuci mobil.

Toren merupakan benda penting yang dibawa ART untuk melakukan pembersihan fasilitas umum. Masalahnya, daerah yang terkena banjir tentunya masih langka dengan air bersih. "Kami juga membawa genset," tutur Nur.

Selain melakukan pembersihan, tim ART juga memberikan bantuan kepada korban banjir berupa sandang dan pangan (Foto: Istimewa)

Tak hanya melakukan pembersihan. Tim ART juga memberikan sumbangan kepada korban banjir. "Setelah kita bersihkan, kita menyumbang kasur, pakaian, dan juga beras, apapun yang mereka (korban) butuhkan," tambah Nur.

Bagi pemilik fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah yang membutuhkan jasa ART, kata Nur bisa langsung menghubungi ke nomor telepon 0821-1198-0000. Tim ART akan langsung datang ke tempat Anda untuk melakukan pembersihan.

Ke depannya, ART pun akan selalu terlibat ke dalam berbagai macam kegiatan sosial. Terutama bergerak untuk membantu korban-korban yang terkena bencana alam. "Sebagai warga negara yang peduli tanah air, kita akan ambil bagian jika ada kegiatan bencana apapun," tukas Nur. (ikh)

Baca juga:

Cara Menghindari Tersengat Listrik Saat Banjir

#Selamat Pagi Januari #Banjir #Banjir Jakarta #Antisipasi Banjir #Penanggulangan Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan