Atikoh Ganjar Janji Tetap Blusukan ke Pasar Kalau Jadi Ibu Negara

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 11 Januari 2024
Atikoh Ganjar Janji Tetap Blusukan ke Pasar Kalau Jadi Ibu Negara

Istri Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti berkunjung ke Pasar Modern Tulang Bawang, Lampung, Kamis (11/1). (MP/IST/Dok TKN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Istri Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti berjanji bakal tetap blusukan ke pasar apabila rakyat memberikan mandat kepada sang suami menjadi Presiden RI pada 2024.

"Oh, tentu (bakal tetap blusukan), karena di pasar banyak sekali realita-realita yang bisa kita pahami. Yang pertama dari kebutuhan pokok, yang kedua daya beli masyarakat," kata Atikoh, menjawab pertanyaan awak media usai blusukan ke Pasar Modern Tulang Bawang, Lampung, Kamis (11/1).

Baca Juga:

Atikoh Serukan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan

Atikoh melanjutkan, selama di pasar, seseorang juga bisa mendengar keinginan rakyat. Sehingga wanita kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah itu akan tetap blusukan ketika menjadi Ibu Negara.

"Masyarakat itu bisa menyampaikan aspirasi, meski tidak terkait dengan kebutuhan yang ada di komoditas. Misalnya, mereka itu di tempat tinggalnya ada kesulitan aksebilitas terhadap pendidikan, terhadap kesehatan, itu bisa diungkapkan juga ketika bertemu seperti ini," ungkapnya.

Selama blusukan di Pasar Modern Tulang Bawang, Atikoh mendengar aspirasi tentang pentingnya pemerintah menjaga kestabilan harga. "Aspirasi tentu ada dari beberapa pedagang maupun konsumen terkait dengan kestabilan harga," ujarnya.

Istri Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti berkunjung ke Pasar Modern Tulang Bawang, Lampung, Kamis (11/1). (MP/IST/Dok TKN)

Terkait aksi blusukan kali ini, Atikoh menambahkan Pasar Modern Tulang Bawang menjadi titik pusat berbelanja masyarakat. Pasar tersebut mempunyai potensi luar biasa untuk perekonomian

Dalam kesempatan ini Atikoh juga menyerap sejumlah aspirasi dari para pedagang pasar. Menurutnya, usai cek harga di Pasar Tulang Bawang, dia menilai harga barang kebutuhan pokok masih relatif murah.

"Jadi meskipun di Lampung ini relatif kalau dibandingkan tempat-tempat lain seperti di Jawa maupun Banten, ini harganya relatif lebih murah yah. Seperti cabe di Jawa juga sudah mulai turun, tapi di sini harganya 50 per kilo, sama 45. Kemudian bawang merah, bawang putih dan produk-produk sayuran itu juga lebih murah," tuturnya.

"Tapi untuk sembako ada sedikit kenaikan seperti beras 13,5 ribu perkilo. Kalau kita bandingkan di Jawa juga di sini lebih murah. Tetapi memang keluhannya dari pedagang ini justru kasian, kasian kepada konsumen apabila harganya tidak stabil. Karena konsumen yang biasanya beli 20 kilo, jadi belinya 10 kilo, nyicil," sambungnya. (Pon)

Baca Juga:

Bertemu Tokoh Lintas Agama, Atikoh Beberkan Sikap Toleransi Ganjar

#PDIP #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Kelompok yang dinilai perlu menjadi prioritas, lanjutnya, meliputi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko mengalami gangguan gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Bagikan