Atasi Diare dengan Tips Berikut Ini

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 06 Februari 2021
Atasi Diare dengan Tips Berikut Ini

Tips menyembuhkan diare secara cepat. (Foto: Pixabay/derneuemann)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HAMPIR sebagian orang pernah mengalami masalah diare. Entah karena makan jajanan yang kurang bersih, atau indikasi masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh. Meskipun masih dianggap enteng, diare ternyata bisa berakibat fatal jika dibiarkan begitu saja. Diare bisa menyebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari dalam tubuh.

Melansir dari healthline.com, diare biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu dua atau tiga hari. Namun, dalam beberapa kasus, diare memerlukan penanganan khusus dari obat-obatan. Kamu juga harus menghindari makanan dan minuman yang berisiko membuat diare menjadi semakin parah di masa penyembuhan. Simak ulasan berikut ini.

Baca juga:

Jangan Menggunakan Lip Balm Terlalu Sering

1. Oralit

Minum larutan oralit. (Foto: Pixabay/stokpic)
Minum larutan oralit. (Foto: Pixabay/stokpic)

Ketika kamu mengalami diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan akibat buang air besar dan muntah terus menerus. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengganti cairan yang hilang dengan minum larutan oralit. Larutan ini dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang dalam waktu 8-12 jam setelah diminum.

2. Teh chamomile

Teh chamomile meredakan peradangan pada usus. (Foto: Pixabay/congerdesign)
Teh chamomile meredakan peradangan pada usus. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Teh chamomlie dianggap paling ampuh untuk menyembuhkan diare. Karena di dalamnya terdapat kandungan anti-inflamasi yang dapat meredakan peradangan di dalam usus. Teh chamomile juga mengandung anti-pasmodic yang mampu menghilangkan rasa nyeri pada perut.

Baca juga:

Kayu Manis dan Cengkeh, Rempah-Rempah Pengusir Diare

3. Hindari makan terlalu banyak

Kurangi porsi makan. (Foto: Pixabay/stevepb)
Kurangi porsi makan. (Foto: Pixabay/stevepb)

Selama masa penyembuhan diare, hindari makan terlalu banyak agar sistem pencernaan tubuh memiliki waktu untuk istirahat. Jika kamu tetap makan pada porsi biasanya, diare akan semakin parah karena usus semakin kewalahan mencerna makanan.

4. Pilih makanan dan minuman probiotik

Rutin konsumsi produk probiotik. (Foto: Pixabay/ponce_photography)
Rutin konsumsi produk probiotik. (Foto: Pixabay/ponce_photography)

Tidak hanya menyembuhkan, makanan dan minuman probiotik justru dapat mencegah penyakit diare. Produk probiotik merupakan makanan dan minuman yang telah melalui proses fermentasi sehingga memancing pertumbuhan kultur bakteri baik seperti streptococcus thermophilus, lactobacillus delbrueckii subspesies bulgaricus, lactobacillus acidophilus, atau bifidobacterium. Bakteri baik ini dapat menjaga kesehatan usus. (mar)

Baca juga:

5 Makanan Wajib Dikonsumsi saat Diare

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan