Kesehatan

5 Makanan Wajib Dikonsumsi saat Diare

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 03 November 2020
5 Makanan Wajib Dikonsumsi saat Diare

Tetap aman dan baik untuk dikonsumsi oleh penderita diare (Foto: pixabay/derneuemann)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AGAKNYA serba salah mengonsumsi makanan saat diare. Mau mengonsumsi makanan apa pun, perut terasa mulas dan ujung-ujungnya pasti kamu pergi ke 'belakang'.

Diare umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri pada makanan yang kamu konsumsi. Misalnya secara umum makanan tersebut sudah kadaluarsa atau mengandung racun.

Baca juga:

Pisang Ternyata Bisa Atasi Masalah Diare

Lalu, apakah kamu harus 'puasa' saat diare? Tentu tidak. Jika tidak makan tubuh kamu akan lemas dan mengalami dehidrasi.

Melansir laman Very Well Heatlh dan beberapa sumber lainnya, ada lima makanan yang baik bahkan wajib kamu konsumsi saat mengidap diare, antara lain:

1. Oatmeal

Konsumsi oatmeal tanpa campuran lain (Foto: pixabay/Tabeajaichhalt)

Makanan ini kaya akan serat laut yang tentu baik untuk diare. Oatmeal dianggap dapat membantu mengurangi dan meringakan diare, karena cara kerjanya adalah memperlambat proses pencernaan dan memadatkan feses.

Usahakan mengomsumsi oatmeal tanpa tambahan lain misalnya susu, madu, hingga sirup. Tambahan tersebut akan membuat kamu merasa mulas lagi.

2. Roti

Lebih baik roti tepung terigu daripada gandum (Foto: pixabay/RitaE)

Konsumsi roti yang terbuat dari tepung terigu daripada gandum. Roti putih lebih ampuh membantu penderita diare merasa lebih baik. Roti ini mudah dicerna. Bukan hanya itu, olahan lain yang berbahan dasar tepung terigu juga dapat tetap dikonsumsi.

3. Yogurt

Konsumsi yogurt tanpa gula dan rendah lemak (Foto: pixabay/ponce photography)

Biasanya dokter menyarankan penderita diare untuk menghindari produk olahan susu sampai kondisi yang memungkinkan. Akan tetapi, jenis susu yogurt aman dikonsumsi pengidap diare. Asalkan yogurt tersebut rendah lemak dengan bakteri hidup atau aktif.

Baca juga:

Beragam Manfaat Barley untuk Kesehatan

Yogurt mampu membantu melawan mikroorganisme penyebab diare. Pilihlah yogurt yang kandungannya rendah gula dan tanpa pemanis buatan.

4. Pisang

Pisang membantu menyerap cairan di usus (Foto: pixabay/stevepb)

Buah yang memiliki tekstur lunak dan mudah dicerna dalam tubuh merupakan kudapan wajib bagi penderita diare. Misalnya pisang yang merupakan sumber potasium baik, dan memberikan elektrolit penting.

Selain itu, pisang juga mengandung pektin yang berfungsi sebagai serat larut air kemudian menyerap kelebihan cairan dalam usus dan memperlambat pergerakan feses.

5. Nasi putih

Nasi putih paling mudah dicari (Foto: pixabay/sharonang)

Nasi putih menjadi opsi paling mudah dan sederhana untuk melawan diare. Nasi putih mudah dicerna, dan dapat berfungsi untuk membantu memadatkan fases.

Bagaimana sobat Merah Putih, pernah mencoba mengonsumsi salah satu makanan tadi saat diare? (ray)

Baca juga:

Mengapai Kita Tidak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan