Kesehatan

Asyikin Aja saat Ngantuk setelah Makan Siang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 01 September 2020
Asyikin Aja saat Ngantuk setelah Makan Siang

Saat ngantuk menyerang di setelah makan siang, bawa asyik aja. (foto: sleepsavvy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KLASIK banget deh. Mata berat setelah makan siang. Para pekerja kantoran pastinya hafal dengan siklus ngantuk setelah makan siang. Soalnya, sering mengalamin kan.

Perut yang terisi penuh, posisi duduk di kantor yang hening dengan embusan pendingin udara membuat mata jadi terasa super berat. Dikutip Nytimes.com, David Dinges, profesor dan peneliti tidur di University of Pennsylvania School of Medicine mengatakan mengantuk setelah makan terjadi karena tubuh manusia secara tidak sadar menuntut untuk tidur sekitar 7 jam setelah mereka terbangun.

BACA JUGA:

Generasi Z Jangan Tiru! Step by Step Trik Tricky Nebeng Nonton Netflix

Senada, Robbie Clark, seorang ahli diet ahli nutrisi olahraga asal Australia, menyebut kondisi itu disebabkan proses pencernaan. Selama mencerna makanan, tubuh kamu butuh cukup banyak energi Akibatnya, rasa kantuk muncul sehabis menyantap makan siang.

Well, sebel sih kalau lagi kerja trus mata minta diajak merem melulu. Dilawan salah, enggak dilawan malah bahaya. Gimana dong? Asyikin aja deh dengan cara ini.

1. Tidur 10-20 Menit

sleep
Daripada nahan ngantuk, ya tidur aja sih. (foto: pixabay/engin_akyurt)

Tidur siang di kantor? Ya, boleh aja sih. Asal kamu tahu tempat yang pas. Jangan kelihatan atasan apalagi sampai mengganggu teman kerja. Beberapa kantor punya musala, ruang nursing, atau ruang rekreasi yang bisa dimanfaatkan. Kalau enggak ada gimana? Ya, melipir ke mobil pribadi dong.

Memejamkan mata untuk tidur siang 10-20 menit bisa sangat ampuh mengusir rasa kantuk setelah makan saing. Lebih baik membuang waktu 20 menit daripada jadi tidak konsentrasi sepanjang hari. Eits, ingat pasang alarm ya. Jangan sampai kebablasn hingga jam pulang kantor.

2. Antirakus

eating
Lapar sih, tapi jangan rakus juga kali. (foto: pixabay)

Makan juga mesti pakai perhitungan. Jangan mentang-mentang lapar, semua dilahap. Makan dalam porsi kecil 5-6 kali sehari lebih baik daripada makan 2 kali dalam jumlah banyak. Hal itu disebabkan jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dalam porsi besar pastilah amat banyak.

Jadi mulai atur porsi makan kamu. Mencamil makanan sehat di antara jam makan bisa kamu coba. Itu bikin kamu tidak makan berlebihan saat makan siang.


3. Bergerak

talking
Ngobrol boleh lah. Gibah jangan. (foto: videoblocks)

Kalau kamu tipe enggak enakan, tidur siang di kantor bukan pilihan deh. Trus gimana dong? Bergeraklah. Olahraga ringan di meja kantor atau jalan dan mengobrol sebentar dengan teman kerja bisa sangat membantu. Hati-hati, jangan sampai jadi gibah loh ya.

Kalau kamu berkantor di gedung tinggi, bisa juga keluar ruangan ke rooftop atau ke lobi. Ganti suasana bisa bikin mata melek lah.

4. Minta Izin ke Dokter

guy
Kalau udah mengganggu, saatnya ke dokter. (foto: pixabay/concord)

Saat semua cara sudah dilakukan, tapi kamu masih mengantuk parah, mungkin ada sesuatu. Jika kantuk sering terjadi dan mengganggu, bisa jadi itu alarm tubuhmu untuk mengatakan ada hal yang tak beres.

Bisa saja rasa lelah dan kantuk disebabkan tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Misalnya, kekurangan zat besi, yang sangat umum pada wanita muda, khususnya mereka yang tidak makan daging.(dwi)

BACA JUGA:

Cara Berani Jadi Pelancong Keren sebelum Umur 30

#September Steptember #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - 1 jam, 1 menit lalu
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan