AS Sebut Perang Dengan Tiongkok dan Rusia Tidak Mungkin Dihindari

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Maret 2023
AS Sebut Perang Dengan Tiongkok dan Rusia Tidak Mungkin Dihindari

Ilustrasi - Senjata Nuklir. (Reuters)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kemampuan senjata nuklir Tiongkok alias China saat ini dinilai sangat mengkhawatirkan dan tidak akan mampu menghentikan pengembangannya.

"Mereka kini memiliki kemampuan nuklir yang signifikan dan mempunyai rudal balistik antarbenua yang dapat menjangkau Amerika Serikat," kata Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley dalam sidang bersama Komite Angkatan Bersenjata DPR AS dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin.

Baca Juga:

Konflik Nuklir Bayang-bayangi Perang Rusia-Ukraina

"Kita mungkin tidak akan dapat melakukan apa pun untuk menghentikan, memperlambat, mengganggu, melarang, atau menghancurkan program pengembangan nuklir China yang telah mereka proyeksikan selama 10 hingga 20 tahun ke depan," katanya.

"Mereka akan melakukannya sesuai dengan rencana mereka sendiri," ujar dia menambahkan.

Komunitas intelijen sebelumnya mengatakan pada awal bulan ini, Tiongkok mungkin telah melampaui AS dalam kepemilikan jumlah hulu ledak nuklir untuk program rudal balistik antarbenua.

Jenderal Angkatan Darat AS itu mengatakan, keberadaan China saat ini mengkhawatirkan karena Beijing sedang dalam upaya untuk menjadi unggul secara militer dari AS pada pertengahan abad ini.

“Mereka memiliki tujuan nasional untuk menjadi setara dengan Amerika Serikat dan unggul secara militer pada pertengahan abad. Mereka berada di jalur menuju ke sana, untuk melakukannya dan itu sangat mengkhawatirkan, benar-benar mencemaskan,” kata dia.

Selain mengkhawatirkan kapasitas senjata nuklir Beijing, Milley juga menyampaikan keprihatinan Washington atas hubungan China dan Rusia yang makin erat.

"Dalam lingkungan strategis khusus seperti ini, kita melihat bahwa keduanya semakin dekat satu sama lain. Saya tidak akan menyebut keduanya sebagai aliansi, tetapi kita melihat mereka bergerak lebih dekat. Dan itu membahayakan," kata dia dikutip Antara.

Milley memperingatkan, Beijing dan Moskow memiliki alat untuk mengancam keamanan nasional AS dan perang dengan Tiongkok atau Rusia, tidak dapat dihindari dan mungkin segera terjadi.

Baca Juga:

Jokowi: Dunia Takut Perubahan Iklim Bukan Perang

#Perang #Senjata Nuklir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Indonesia
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Bagikan