AS Janjikan Bantuan ke Ukraina
polisi Ukraina memeriksa sisa-sisa rudal yang jatuh di jalan, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Kiev, Ukraina, 24 Februari 2022. (ANTARA/Reuters/Va
MerahPutih.com - Serangan Rusia pada Ukraina, Kamis (24/2), membuat pemimpin dunia dan sekutu Ukraina, seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson serta Presiden Amerika Serikat Joe Biden, bersuara.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky via telepon. Biden menegaskan, akan memberi dukungan dan bantuan untuk Ukraina.
Baca Juga:
Konflik Rusia-Ukraina Memuncak, Pemerintah Diminta Segera Evakuasi WNI
"Kami akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada Ukraina dan rakyat Ukraina," kata Biden.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan mereka berhasil melumpuhkan infrastruktur militer di pangkalan udara Ukraina dan menaklukkan pertahanan udara.
Kemenhan Rusia membantah laporan yang menyebutkan bahwa pesawat tempur mereka jatuh di wilayah Ukraina. Militer Ukraina sebelumnya mengatakan lima pesawat Rusia dan satu helikopter ditembak jatuh di wilayah Luhansk.
"Aset pertahanan udara pasukan bersenjata Ukraina berhasil ditaklukkan," demikian Kantor Berita Interfax yang mengutip Kemenhan Rusia.
Pemerintah Ukrania melansir, sedikitnya delapan orang tewas dan sembilan lainnya terluka akibat tembakan mortir Rusia. Rusia meluncurkan serangan udara dan darat secara besar-besaran di negara tetangganya itu.
Penjaga perbatasan mengungkapkan pasukan militer Rusia menerobos perbatasan Ukraina menuju wilayah Chernihiv, Kharkiv, dan Luhansk.
Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa tentaranya diserang dari Belarus dan Rusia pada Kamis, sekitar pukul 5 pagi waktu setempat. Serangan juga diluncurkan dari Krimea, wilayah yang dicaplok Rusia, menurut dinas penjaga perbatasan Ukraina.
Presiden Putin memerintahkan tentara Ukraina untuk menanggalkan senjatanya seraya mengatakan pihaknya melakukan demiliterisasi dan bukan pendudukan terhadap negara yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet tersebut. (*)
Baca Juga:
Ukraina Tutup Wilayah Udara bagi Penerbangan Sipil
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri