MerahPutih.com - Amerika Serikat (AS) melonggarkan larangan Kuba mengimpor minyak mentah dari Venezuela. Namun, pelonggaran aturan ini hanya berlaku bagi sektor komersial.
Office of Foreign Assets Control (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS mengumumkan perusahaan kini sudah boleh kembali menjual kembali minyak Venezuela ke sektor nonpemerintah di Kuba
OFAC menyatakan akan menerapkan kebijakan terbaru ini lebih menguntungkan bagi permohonan izin tertentu, khususnya untuk transaksi komersial.
Pelonggaran larangan impor ini ditujukan agar sektor swasta di Kuba tetap mendapat pasokan energi tanpa melemahkan tekanan politik terhadap pemerintah setempat.
Baca juga:
Lawan Rencana Agresi Militer AS ke Venezuela, Kuba: Kawasan Amerika Latin-Karibia Zona Damai
Stok Minyak Militer dan Pemerintah Kuba Tetap Dibatasi
Meski lebih longgar, aturan ini tetap mengecualikan semua transaksi yang melibatkan militer Kuba, badan intelijen, atau lembaga pemerintah. Artinya, minyak yang mengalir ke pihak-pihak tersebut tidak akan mendapat izin.
“Minyak hanya boleh masuk untuk kepentingan komersial dan kemanusiaan, bukan untuk memperkuat institusi pemerintah,” tegas OFAC dalam pernyataannya, dilansir Antara, Kamis (26/2).
Imbas Kelangkaan Minyak di Kuba
Sebelumnya, AS menghentikan pasokan minyak Venezuela ke Kuba menyusul operasi militer pada Januari yang menahan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Sejak saat itu, kontrol ekspor minyak Venezuela berada di tangan Washington.
Baca juga:
Air Canada Tutup Semua Penerbangan ke Kuba, Imbas Krisis Avtur
Keputusan terbaru AS untuk melonggarkan larangan suplai minyak mentah dari Venezuela ini diharapkan dapat membantu sektor nonpemerintah dan warga Kuba mendapatkan pasokan minyak yang lebih stabil.
Pasokan energi menjadi krusial di tengah krisis ekonomi yang melanda Kuba, terutama bagi bisnis kecil dan layanan masyarakat. Bahkan, Maskapai Air Canada telah resmi terpaksa menghentikan seluruh penerbangan ke Kuba menyusul kelangkaan bahan bakar penerbangan avtur yang makin parah. (*)

