AS Diam-Diam Kirimkan Ribuan Terminal Starlink ke Iran Biar Warga Bisa Akses Internet

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
AS Diam-Diam Kirimkan Ribuan Terminal Starlink ke Iran Biar Warga Bisa Akses Internet

Bendera Iran. (Foto: dok. media sosial Google)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Secara diam - diam, ternyata Amerika Serikat (AS) mengirimkan 6.000 terminal internet satelit Starlink ke Iran setelah gelombang protes nasional pada Januari.

Lapor The Wall Street Journal melansr, operasi tersebut menandai pertama kalinya Washington secara langsung memfasilitasi pengiriman sistem Starlink ke Iran.

Pengiriman dilakukan setelah otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet secara luas di tengah aksi protes yang dipicu kesulitan ekonomi dan pelemahan mata uang, menurut laporan tersebut.

Sejumlah pejabat menyatakan Departemen Luar Negeri AS membeli hampir 7.000 terminal dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar pada Januari, setelah pejabat senior memutuskan untuk mengalihkan dana dari program kebebasan internet yang sudah berjalan di Iran guna mengakuisisi sistem satelit tersebut.

Baca juga:

Tekan Iran, Trump Berencana Tambah Kapal Induk di Kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump disebut mengetahui pengiriman tersebut, meski tidak jelas apakah ia secara pribadi menyetujui rencana itu. Gedung Putih menolak memberikan komentar.

Teheran menuduh Washington menghasut aksi protes tersebut, tuduhan yang dibantah oleh pihak AS. Trump secara terbuka mendorong warga Iran untuk terus berdemo dan mengatakan saat kerusuhan berlangsung bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Kepemilikan terminal Starlink dilarang di Iran dan dapat dikenai hukuman penjara beberapa tahun. Meski demikian, analis dan aktivis memperkirakan puluhan ribu warga Iran menggunakan sistem tersebut untuk menembus firewall pemerintah dan tetap mengakses informasi dari luar negeri.

Data Departemen Luar Negeri AS menunjukkan sekitar 30 juta warga Iran menggunakan layanan VPN yang didanai AS selama protes pada 2022.

Dalam konflik selama 12 hari pada Juni lalu, ketika Iran memberlakukan pemadaman internet hampir total setelah serangan AS dan Israel, sekitar 20 persen warga Iran diperkirakan masih dapat memperoleh akses internet terbatas melalui VPN yang didukung AS.

Selain itu, Departemen Luar Negeri mengatakan lembaganya mendukung berbagai teknologi untuk membantu warga Iran tetap terhubung dan bekerja sama dengan mitra internasional guna memperluas kapasitas tersebut.

#Starlink #Donald Trump #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
ShowBiz
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Penyanyi sekaligus aktris musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Bagikan