Beli Obat, Jangan Lupa Konsultasi dengan Apoteker
(Foto: Unsplash/freestocks)
MerahPutih.com - Edukasi dari seorang apoteker terhadap pasien sangat penting. Apoteker tak hanya bertugas meracik obat, namun memberikan pemahaman kepada pasien mengenai cara memakai obat, seperti menentukan dosis yang tepat agar efeknya maksimal.
Apotek Alpro, yang kini resmi hadir di Indonesia pada pekan lalu mencoba menguatkan komitmen untuk menempatkan satu apoteker di tiap cabangnya, sehingga dapat membantu pelanggan atau pasien menemukan obat tepat untuk mengatasi kondisi kesehatan meerka.
"Kami membantu mencegah terjadinya praktik pengobatan mandiri dengan memandu pasien dalam menentukan dosis yang tepat, potensi interaksi obat, dan perawatan yang dipersonalisasi," kata Apt. Rupa Lesty, Chief Category Officer Alpro Indonesia, saat peresmian Apotek Alpro di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Lesty juga menegaskan bahwa apoteker merupakan profesi yang sangat penting di dunia kesehatan. Mereka memiliki kemampuan khusus untuk memahami kandungan obat juga khasiatnya pada pasien.
Baca juga:
"Apoteker harus terpercaya, dan profesionalisme adalah komitmen yang kami berikan," tambah Lesty, mengenai kompetensi nan mesti dimiliki seorang apoteker.
Di kesempatan sama, Apt. Ferry Rimbawan selaku salah satu Apoteker Penanggung Jawab Alpro memaparkan bahwa beda jenis obat maka lain pula cara mengonsumsinya. Misalnya ada obat tertentu yang tak bisa dikonsumsi berbarengan dengan makanan, itu bisa menyebabkan masalah kesehatan lain. Maka dari itu, kehadiran apoteker akan memberikan pemahaman tersebut agar pasien dapat mengonsumsi obat sesuai panduan.
“Ada obat-obatan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan atau dengan makanan tertentu karena dapat menimbulkan reaksi alergi," tuturnya.
Selain itu, menurut Ferry, dosis obat juga mesti disesuaikan oleh keadaan pasien masing-masing. Terutama bagi pasien anak-anak hingga ibu hamil. "Bahkan obat asli pun bisa menjadi tidak efektif atau berbahaya jika dikonsumsi dengan dosis yang salah atau tanpa panduan yang tepat," tutupnya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya