Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Mengenal Apa itu Trust Issue, Kenali Tanda-tandanya

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 03 April 2024
Mengenal Apa itu Trust Issue, Kenali Tanda-tandanya

Ilustrasi apa itu trust issue. Foto: Unsplash/Everton Vila

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Apa itu trust issue merupakan masalah yang tak bisa disepelekan. Trust issue berkaitan dengan ketidakpercayaan seseorang terhadap niat hingga kemampuan orang lain untuk memenuhi janjinya.

Umumnya, seseorang yang memiliki trust issue dulunya pernah merasa dikecewakan. Pada akhirnya, rasa kecewa tersebut menimbulkan rasa takut dan tidak ingin mudah percaya kepada orang lain.

Baca juga:

Apa itu Effort? Pahami Contoh dan Tips Menerapkannya

Supaya mengetahui lebih jauh tentang trust issue, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Apa itu Trust Issue dan Contohnya

Trust issue bukanlah persoalan sepele
Trust issue bukanlah persoalan sepele. Foto: Unsplash/taylor hernandez

Trust issue merupakan kondisi seseorang yang tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Bahkan, kondisi tersebut juga bisa ditunjukkan lewat sikap hingga perilaku. Selain percintaan, trust issue juga berlaku pada keluarga, lingkungan, hingga pertemanan.

Jika seseorang memiliki trust issue, maka ia tidak akan mudah mempercayai omongan orang lain. Selain itu, ia akan selalu merasa curiga saat didekati oleh orang lain, karena ada maksud tertentu. Jadi, itulah mengapa sebagian orang yang memiliki trust issue merasa kurang nyaman ketika berinteraksi.

Tanda-tanda Trust Issue

Ada beberapa tanda dari trust issue
Ada beberapa tanda dari trust issue. Foto: Unsplash/Kelly Sikkema

Selain sulit percaya dengan orang lain, ada pula beberapa tanda lainnya yang biasa dialami oleh seseorang yang memiliki trust issue:

- Mudah curiga dengan orang lain

- Merasa kesepian

- Sering merasa cemburu atau takut ditinggalkan

- Sulit memaafkan kesalahan orang lain

- Memiliki rasa khawatir yang berlebihan

Baca juga:

Apa Itu Strict Parents? Ketahui Dampaknya bagi anak

Penyebab Munculnya Trust Issue

Trust issue bisa disebabkan oleh beberapa faktor
Trust issue bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Foto: Unsplash/Pablo Heimplatz

Trust issue juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengalaman di masa lalu hingga pernah dikecewakan. Berikut adalah penyebabnya:

1. Pernah Dikecewakan

Setiap orang tentunya pernah merasa dikecewakan, seperti dibohongi atau diselingkuhi. Tak jarang pula, kekecewaan itu bisa disertai dengan kekerasan atau manipulasi. Hal itulah yang membuat seseorang sulit mempercayai orang lain.

2. Punya Pengalaman Buruk

Sebagian orang memiliki pengalaman buruk yang berbeda-beda, seperti mengalami kecelakaan, kekerasan, hingga kehilangan orang terdekat. Hal tersebut juga bisa membuat seseorang menjadi trust issue terhadap lingkungan sekitarnya.

3. Pengaruh Lingkungan

Selanjutnya, lingkungan juga memiliki pengaruh. Banyak orang yang mengalami bullying hingga penolakan dari lingkungan sekitar. Seseorang yang mengalami hal tersebut akan merasa tidak aman dan sulit mempercayai orang lain.

4. Pola Asuh

Terakhir, pola asuh orang tua juga memiliki andil. Jika seseorang itu dibesarkan dalam keluarga yang penuh konflik, maka kemungkinan akan memiliki rasa trust issue ketika dewasa. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga terus berlanjut hingga ia dewasa.

Setelah mengetahui apa itu trust issue, maka tak bisa dipungkiri jika kondisi ini bukanlah hal sepele. Untuk menghilangkan rasa trust issue, maka harus berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater. (sof)

Baca juga:

Apa itu HTS? ini Pengertian dan Ciri-cirinya

#Wiki #Kesehatan Mental #Istilah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Fun
Apa Bedanya Imlek dan Sincia? ini Penjelasan Makna dan Penggunaannya dalam Tradisi Tionghoa
Imlek dan Sincia ternyata memiliki perbedaan makna. Dalam tradisi Tionghoa, keduanya berasal dari dialek berbeda.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
Apa Bedanya Imlek dan Sincia? ini Penjelasan Makna dan Penggunaannya dalam Tradisi Tionghoa
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan