Family Office Apa Itu? Strategi Tarik Investasi dari Ultra High Net Worth Individual

ImanKImanK - Selasa, 14 Oktober 2025
Family Office Apa Itu? Strategi Tarik Investasi dari Ultra High Net Worth Individual

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA/Imamatul Silfia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Istilah family office semakin ramai dibicarakan publik, menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa anggaran negara tidak akan digunakan untuk proyek pembangunan family office yang tengah dirancang Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Lantas, sebenarnya apa itu family office, dan mengapa konsep ini menarik perhatian?

Pengertian Family Office

Family office adalah entitas pengelola kekayaan yang didirikan oleh individu atau keluarga dengan kekayaan sangat tinggi (ultra high-net-worth individuals/UHNWI).

Baca juga:

Luhut Bakal Usulkan ke Prabowo Indonesia Harus Cepat Terapkan Family Office

Tujuannya adalah untuk mengelola dan melestarikan kekayaan lintas generasi secara eksklusif dan pribadi.

Berbeda dari manajer investasi umum, family office memberikan layanan keuangan yang disesuaikan sepenuhnya untuk satu atau beberapa keluarga kaya. Layanannya mencakup:

  • Manajemen investasi

  • Perencanaan pajak dan legal

  • Tata kelola warisan dan kekayaan

  • Layanan perbankan dan keuangan pribadi

  • Administrasi aset pribadi, termasuk urusan rumah tangga hingga perencanaan liburan

Terdapat dua jenis family office:

  1. Single Family Office: Melayani satu keluarga kaya secara eksklusif.

  2. Multi-Family Office: Melayani beberapa keluarga ultra kaya dengan skema yang lebih efisien secara biaya.

Family Office di Negara Lain: Surga Pajak dan Stabilitas

apa-itu-family-office

Konsep family office sudah lama berkembang di negara-negara seperti Singapura, Swiss, dan Hong Kong, yang menawarkan stabilitas hukum, kerahasiaan keuangan, dan insentif pajak.

Misalnya, Singapura mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah family office yang terdaftar sejak 2020, sebagian besar didorong oleh kemudahan regulasi, keamanan investasi, dan kehadiran sistem arbitrase internasional.

Baca juga:

Jokowi Setuju Pembentukan Family Office, Apa itu?

Rencana Pembangunan Family Office di Bali

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR RI menyatakan bahwa pemerintah tengah mempercepat rencana pembangunan family office di Bali.

Ia mengklaim, sejumlah miliarder asing tertarik untuk menempatkan dananya di Indonesia asalkan ada kepastian hukum dan perlindungan investasi.

“Orang-orang kaya itu bilang ke saya waktu di Bali, ‘Kami ingin juga menaruh uang di Indonesia, tetapi bisa tidak kalian bikin common law, arbitrase internasional supaya aman?’” ucap Luhut Binsar Pandjaitan

Proyek ini ditargetkan rampung akhir tahun 2025, dan masih menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Tidak Akan Gunakan Dana APBN

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan mengalihkan dana APBN untuk membiayai proyek tersebut.

“Saya tidak akan mengalihkan anggaran ke sana. Saya fokus," kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan usai pertemuan dengan investor di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, seperti dikutip dari Antara, (14/10/2025).

Ia menambahkan bahwa fokus Kemenkeu saat ini adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN digunakan untuk program prioritas dan stimulus ekonomi yang produktif.

Baca juga:

Pengamat Nilai ‘Family Office’ Bukan Prioritas Bagi Indonesia

Mengapa Family Office Menarik untuk Indonesia?

Pendirian family office di Indonesia khususnya Bali dapat membuka peluang strategis untuk menarik investasi jangka panjang dari kalangan UHNWI global. Berikut beberapa potensi manfaatnya:

  1. Masuknya Dana Investasi Asing
    Investor asing cenderung memilih negara dengan regulasi yang stabil dan skema pengelolaan kekayaan yang jelas.

  2. Peningkatan Penerimaan Pajak dan Investasi Infrastruktur
    Bila dikelola dengan baik, family office dapat berkontribusi pada peningkatan pajak dan pengembangan sektor-sektor strategis seperti properti, pariwisata, dan teknologi.

  3. Transfer Pengetahuan dan Praktik Finansial Modern
    Kehadiran family office bisa mendorong perkembangan industri wealth management di dalam negeri.

Namun, tentu dibutuhkan kerangka hukum yang jelas, transparansi, serta kepastian hukum agar proyek ini tidak menjadi ruang abu-abu bagi penghindaran pajak atau pencucian uang.

Baca juga:

Menkeu Purbaya Bakal Pelajari Tarif PPN yang akan Naik Menjadi 12 Persen

Tantangan dan Kontroversi

Sejumlah pihak mengkritik proyek ini karena dinilai belum matang secara konsep. Bahkan Menteri Keuangan sendiri menyatakan belum memahami keseluruhan rencana tersebut:

“Saya belum terlalu mengerti konsepnya, walaupun Pak Ketua DEN sering bicara. Tapi saya belum pernah melihatnya, jadi saya tidak bisa menjawab.” tambah Purbaya.

Kekhawatiran utama berasal dari kemungkinan disalahgunakannya fasilitas family office sebagai kendaraan untuk penghindaran pajak atau penggelapan dana jika tidak diawasi secara ketat.

#Dewan Ekonomi Nasional #Luhut Binsar Pandjaitan #APBN #Purbaya Yudhi Sadewa #Family Office #Pengertian Family Office
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Indonesia
Kemenkum Ngaku Kaji Usulan DEN Soal Definisi Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi
pemerintah ingin melihat secara komprehensif aspek urgensi, manfaat, hingga dampak dari usulan tersebut sebelum mengambil keputusan politik hukum.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Kemenkum Ngaku Kaji Usulan DEN Soal Definisi Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi
Indonesia
Yusril Ingatkan Berpikir Bijak dan Hati-Hati Rumuskan Perubahan Definisi Korupsi Hanya Penyuapan
Pemahaman sejarah sangat penting karena sebuah peraturan tidak muncul tiba-tiba serta praktik penerapannya harus dievaluasi dengan kritis di mana kekuatan dan di mana kelemahannya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Yusril Ingatkan Berpikir Bijak dan Hati-Hati Rumuskan Perubahan Definisi Korupsi Hanya Penyuapan
Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
Prabowo Setuju Kajian DEN, Luhut Soroti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Luhut Binsar Pandjaitan menyebut unsur kerugian negara berpotensi menghambat aksi korporasi. DEN mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan mengacu pada UNCAC.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Setuju Kajian DEN, Luhut Soroti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Indonesia
Luhut Soroti Frasa Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi, Ini yang Dipersoalkan
Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti unsur kerugian negara dalam kasus korupsi. DEN mengkaji definisi korupsi dengan mengacu pada UNCAC.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Luhut Soroti Frasa Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi, Ini yang Dipersoalkan
Indonesia
Diancam MSCI Jadi Standalone Market, DEN Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut
MSCI menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat terbatas antara pemerintah, Bank Indonesia, dan DEN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Diancam MSCI Jadi Standalone Market, DEN Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Begini Pendapatan Pajak Sampai 30 September 2026, Pajak Penjualan Barang Mewah Naik Drastis
PPN dalam negeri tumbuh 51,3 persen menjadi Rp 369,5 triliun, antara lain didorong aktivitas perdagangan besar bahan bakar minyak (BBM).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Begini Pendapatan Pajak Sampai 30 September 2026, Pajak Penjualan Barang Mewah Naik Drastis
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Bagikan