Apa Itu Bulking? Ketahui Jenis dan 5 Kesalahan Melakukannya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 September 2024
Apa Itu Bulking? Ketahui Jenis dan 5 Kesalahan Melakukannya

Banyak remaja ingin bentuk tubuh berotot, baik laki-laki dan perempuan. (Foto: Freepik/Teksomolika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Membangun otot bisa dilakukan dengan Bulking. Tren olahraga ini makin digandrungi karena dapat meningkatkan performa otot. Kendati demikian ada beberapa hal kesalahan yang kerap dilakukan ketika bulking.

Bulking adalah istilah dalam dunia kebugaran yang merujuk pada fase di mana seseorang secara sengaja meningkatkan asupan kalori untuk mendapatkan massa otot.

Tujuan bulking adalah membangun otot dengan cara makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar setiap hari, diikuti dengan program latihan yang intensif untuk menstimulasi pertumbuhan otot.

Biasanya, fase bulking ini diikuti dengan fase cutting untuk mengurangi lemak yang diperoleh selama bulking tanpa kehilangan otot.

Ada dua jenis bulking yang umum dilakukan, pertama, clean bulking (Bulking Bersih) di mana pendekatan fokus pada makan makanan yang sehat dan bersih, dengan menjaga asupan kalori sedikit di atas kebutuhan harian.

Tujuan meningkatkan massa otot sambil meminimalisasi penambahan lemak. Mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi seperti protein tanpa lemak, sayuran, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.

Keuntungannya lebih mudah untuk menjaga lemak tubuh tetap rendah selama bulking, sehingga saat cutting, penurunan lemak lebih cepat.

Baca juga:

Kiat Membentuk dan Menjaga Massa Otot

Tantangan dari clean bulking prosesnya lebih lambat dan membutuhkan disiplin tinggi untuk menghindari makanan tinggi kalori tetapi rendah nutrisi.

Kedua, dirty Bulking adalah pendekatan mengonsumsi kalori dalam jumlah besar, termasuk dari makanan berkalori tinggi dan tidak selalu sehat, tanpa terlalu memperhatikan kualitas makanan.

Tujuan nendapatkan massa otot dengan cepat, tetapi juga menambah lemak tubuh. Makanan tidak ada batasan makanan, sehingga sering melibatkan konsumsi junk food atau makanan berlemak tinggi.

Keuntungan dirty bulking adalah massa tubuh dapat bertambah lebih cepat. Tantangan dirty bulking menambah lemak tubuh dalam jumlah yang signifikan, sehingga fase cutting menjadi lebih panjang dan berat.

Pemilihan metode bulking bergantung pada tujuan dan preferensi masing-masing orang, serta seberapa cepat mereka ingin melihat perubahan dalam massa otot mereka.

Baca juga:

4 Cara Membesarkan Otot Dada

Ada lima hal kesalahan yang sering dilakukan ketika melakukan bulking:

1. Bulking terlalu keras

Keinginan menyelesaikan pemotongan berat badan, mencapai kadar lemak tubuh yang inginkan, dan memutuskan untuk beralih ke tahap berikutnya dalam perjalanan kebugaran menambah massa otot.

Jadi, merayakannya dengan makanan cepat saji, protein shake yang padat nutrisi makro, dan protein bar dan perayaan itu tidak pernah berakhir.

Makan terlalu banyak dan terlalu cepat dan mencoba terburu-buru menambah massa otot mungkin merupakan kesalahan paling umum yang dilakukan orang saat mencoba membentuk otot.

Namun, menambah berat badan terlalu banyak sekarang dapat merugikan beberapa bulan ke depan saat tiba saatnya untuk menguranginya. Jadi, bersabarlah dan ingatlah bahwa punya banyak waktu. Tindakan kecil setiap hari akan menghasilkan hasil besar setahun ke depan, jadi kendalikan kelebihan kalori.

2. Melupakan buah dan sayur

Mendapatkan rasio makronutrien yang tepat lemak, karbohidrat, dan protein biasanya menjadi satu-satunya fokus dalam rencana penambahan berat badan, tetapi buah dan sayur adalah dasar dari kesehatan yang baik, dan kesehatan yang baik berarti penambahan berat badan yang baik.

Jangan takut karena sayuran tidak mengandung banyak protein. Sayuran mengandung banyak antioksidan, mineral, dan vitamin, yang akan membuat merasa lebih baik, menjaga tubuh berfungsi dengan baik, dan memberi lebih banyak energi, yang semuanya itu benar-benar akan membantu selama proses penambahan berat badan.

Lakukan permainan jangka panjang ketika menyangkut tubuh dan pembentukan otot serta makan sayur-sayuran.

Baca juga:

Creatine Miliki Manfaat Luas bukan Sekedar untuk Otot

3. Tidak mendapatkan kalori yang tepat

Makanlah sayuran tetapi pastikan tetap mencapai target kalori. harus memiliki kelebihan sekitar 300 kalori untuk mendapatkan massa otot ramping yang baik. Seseorang dapat menghitung kalori harian untuk memeriksa tingkat pemeliharaan berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas.

Meskipun merepotkan, pertimbangkan juga untuk mencoba pelacak kalori agar anda tahu berapa banyak kalori yang dikonsumsi. Pengetahuan itu memberi kekuatan untuk membuat penyesuaian yang lebih tepat pada diet dan mendapatkan hasil yang lebih efektif.

4. Tidak cukup istirahat

Istirahat dan pemulihan merupakan salah satu dari tiga pilar pembentukan otot, tetapi mungkin yang paling sering diabaikan. Istirahat dilakukan di sela-sela sesi latihan untuk kelompok otot dan waktu tidur setiap malam.

Tidur memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan otot yakni memungkinkan sintesis protein, dan melepaskan hormon pertumbuhan selama siklus REM. Kenyataannya, otot tidak tumbuh di tempat kebugaran, melainkan di tempat tidur saat diri tidur. Jadi tidurlah selama 8 jam.

5. Ingin hasil sekarang

Ini adalah kesalahan baik saat menambah berat badan atau mengurangi berat badan dan sebaiknya disadari lebih cepat daripada nanti. Hasil kebugaran membutuhkan waktu. Bahkan, bisa memakan waktu seumur hidup. Hargai saja kesibukan sehari-hari dan jangan terlalu fokus pada tujuan, menikmati seluruh perjalanan 10 kali lebih banyak.

6. Protein terlalu sedikit

Kita semua tahu protein yang membangun otot, menjadi bahan dasar pembentuknya, jadi pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup. Seseorang bisa mendapatkan protein dari berbagai sumber, tidak harus dari daging kacang-kacangan, polong-polongan, dan suplemen semuanya menawarkan sumber protein yang baik.

Rekomendasi protein normal adalah setidaknya 2,2 gram per kilogram berat tubuh tanpa lemak. Sangat mudah untuk tidak mencapai target itu dan ini adalah kesalahan umum yang kita semua lakukan. (Tka)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan