Antisipasi Arus Balik dan Pendatang di Jabodetabek, Pangdam Jaya Siapkan Wisma Atlet
Petugas kesehatan Rumah Sakit COVID-19 Wisma Atlet berjalan membawa kotak obat pasien di Jakarta, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
MerahPutih.con- Mengantisipasi naiknya kasus COVID-19 dari arus balik dan pendatang yang kembali ke Jabodetabek setelah masa larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021, TNI melalui Kodam Jaya menyiapkan RSD Wisma Atlet, Jakarta, sebagai tempat isolasi.
"Kita mengantisipasi baik di RSDC Wisma Atlet dan Wisma Kemayoran. Apabila ada lonjakan di Puskesmas kita antisipasi," ungkap Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman usai pelaksanaan Rakor Antisipasi Arus Balik Idul Fitri 2021 di Polda Metro Jaya, Selasa (11/5).
Baca Juga
Kapolda Metro Sebut 1,2 Juta Warga Jakarta Keluar Selama Larangan Mudik
Dudung menjelaskan, sebagai kegiatan yang represif pihaknya akan melakukan pengecekan. Terutama terhadap pendatang agar jangan sampai nanti justru dari mereka yang positif dalam melakukan kegiatan di Jabodetabek malah menimbulkan kluster baru COVID-19.
"Ke depannya TNI dan Polri seawal mungkin sudah merencanakan bagaimana kalau pendatang itu datang masuk ke tempat tinggal, bagaimana jika dia terpapar COVID-19, fasilitasnya sudah kita antisipasi," kata Dudung.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebut warga DKI Jakarta yang mudik pada Lebaran 2021 terus bertambah.
Menurut dia, 360 ribu kendaraan keluar dari Jakarta melalui jalan tol dari 1-10 Mei 2021. Mereka menuju Merak, Bandung, serta Cipali yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Belum ditambah penumpang udara dan kapal laut sehingga total kisaran 1,5 juta," ungkap Sambodo.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Operasi Ketupat Jaya itu mengaku telah menyiapkan skenario antisipasi arus balik. Hal ini meliputi contraflow maupun one way di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Contraflow nanti kita lihat apakah perlu dibuka dari KM 65 sampai dengan KM 42 atau bisa diperpanjang ke KM 28 atau bisa perpanjang di KM 5, jadi sebanyak 60 kilometer," ungkap Sambodo.
Pemberlakuan one way bisa dimulai dari Tol Cikampek sampai Jakarta atau Kalikangkung, Semarang. Penerapan skenario ini menunggu kebijakan Kakorlantas Polri Irjen Istiono. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Pakai Kapal Laut, Kemenhub Minta Warga Mudik Lebaran Lebih Awal
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Jelang Lebaran 1447 H, Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Pemudik
Menjelang Ramadan 2026, Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh untuk Mudik masih ‘Sedikit’
DPR Minta Perbaikan Jalan Dikebut untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
Insentif Lebaran Akan Digelontorkan Rp 16 Trlliun, Salah Satunya Buat Diskon Mudik
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Antisipasi Mudik 2026, Korlantas Polri Gencar Razia Angkutan Ilegal
Menag Minta Pengurus Masjid Berikan Layanan Bagi Para Pemudik Nataru dan Musafir
Pantau Mudik Nataru di Stasiun Gambir, AHY Ingatkan Keselamatan dan Kesiapan Operasional