Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Anjing Pemalas Ajak Ivanka Slank Aransemen Ulang 'SAIKO'

Febrian AdiFebrian Adi - Rabu, 10 Januari 2024
Anjing Pemalas Ajak Ivanka Slank Aransemen Ulang 'SAIKO'

Anjing Pemalas kembali rilis 'SAIKO'. (Foto: Dok. EVERYDAYINDO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOLABORASI antarmusisi Indonesia langsung gas pol pada awal 2024. Contohnya Anjing Pemalas a.k.a. Rulionzzo (Boys Got No Brain), Xaqhala, Ivanka (Slank), dan Fauzan Lubis (Sisitipsi). Mereka mengaransemen ulang lagu "SAIKO".

Lagu yang pertama kali dirilis pada 2002 ini menyuarakan dengan keras tentang ‘kegilaan’ yang terjadi dalam berbagai belahan negeri sejak 22 tahun lalu sampai saat ini. "SAIKO" coba memberi kritik sosial-politik dengan begitu tegas dalam liriknya.

Baca juga:

Tiara Andini Gabungkan Budaya Jawa dan K-Pop di Single 'Ngeluwihi'

“Meski 22 tahun sudah berlalu, namun yang terjadi adalah 2023 zaman semakin gila,” ucap Rulionzzo dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, Selasa (9/1).

Dirilis melalui Everydayindo Records, Anjing Pemalas dan Ivanka juga dibantu oleh Jason Latuhasan pada keyboard/synthesizer dan Viki Vikantra (Kelompok Penerbang Roket) sebagai engineer.

“Lagu ini juga memuat kesan historis sekaligus segar. 'SAIKO' menggambarkan masa emas ‘Potlot’ lewat komposisi musik dengan teknologi saat ini, namun tak menghilangkan nuansa oldschool dari ‘Potlot’ itu sendiri,” tambah Ivanka tentang lagu "SAIKO".

Rulionzzo sendiri membentuk Boyz Got No Brain bersama sahabat kecilnya Gerry Konaedi. Persahabatan mereka berlanjut hingga suatu ketika sejak duduk dibangku kelas 3 SMP. Gerry mulai menunjukan kesukaannya terhadap musik hip-hop.

Baca juga:

Sara Fajira Lepas Video Musik 'Moonstruck'

Namun, saat baru masuk SMA, Gerry mengetahui Ruli, kawan baiknya, ternyata menyukai musik hip-hop saat melihat Ruli tampil di TV. Ia ngerap bersama grup musik sekolahnya, yakni SMA 26 Jakarta. Sejak saat itu, mereka memutuskan membentuk sebuah grup musik rap duo yang dinamakan Boyz Got No Brain.

Boyz Got No Brain mengawali kariernya dengan merilis lagu yang berjudul "Nyamuk" dalam album kompilasi Pesta Rap 1 dirilis pada 1995. Pada 1997, Boyz Got No Brain kembali merilis, yang berjudul "Aku Ingin Pergi" dalam album kompilasi Pesta Rap 3.

Pada 2000, mereka memutuskan untuk vakum karena kesibukan masing-masing personelnya dan bersolo karier. Ruli sempat merilis tiga album studio, sedangkan Gerry dengan nama panggungnya Xaqhala sempat merilis satu album.

Boyz Got No Brain merilis album pertamanya yang berjudul Bunga Trotoar pada 7 Mei 2017. Ini merupakan album pertama dan terakhir mereka setelah 25 tahun berkarya. (far)

Baca juga:

Atiya Purnomo Ingin 'Dunia Jadi Lebih Indah'

#Musik #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan