Headline

Anies Tak Izinkan Fraksi Hanura Meminta Alokasi Dana

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 31 Agustus 2018
Anies Tak Izinkan Fraksi Hanura Meminta Alokasi Dana

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan menfasilitasi Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta yang meminta alokasi dana ke setiap anggota dewan untuk merealisasikan aspirasi warga.

"Kami pastikan tidak ada redundancy, sudah ada uang jalan, uang makan, dan uang transportasi," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Sebab mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini manuturkan pihaknya tidak ingin uang APBD digunakan untuk kepentingan pribadi, karena selama ini penganggaran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat.

"Penerapannya dalam kebijakan-kebijakan kalau kita memandang APBD sebagai income akan jadi masalah," tutur Anies.

Selain itu, Anies menuturkan, setiap penganggaran yang diajukan jangan dibuat mengada-ada, sebab penganggaran dirancang untuk memudahkan masyarakat.

"Bukan dirancang untuk tambahan pendapatan bagi mereka yang bekerja keras atas nama negara, baik itu berada di eksekutif maupun legislatif," ungkap Anies.

Anies dan Sandiaga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno saat masih menjabat sebagai Wagub di Balai Kota. (MP/Asropih Opih)

Diketahui sebelumnya, Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov memberikan alokasi dana ke setiap anggota dewan. Menurut mereka dana tersebut dapat digunakan untuk mengakomodasi permintaan warga saat reses.

"Saat dewan reses banyak titipan itu, itu sering reses. Waktu reses anggota dewan banyak diminta bantuan warga. Minta dimasukkan dari proposal warga tadi," kata Wakil Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Syarifudin saat rapat Badan Anggaran di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Ia menjelaskan permintaan warga banyak yang tidak dapat diakomodasi karena pencairan dana yang sulit. Disamping itu yarifudin meminta setiap dewan diberi dana gelondongan agar memudahkan anggota dewan merealisasikan permintaan warga.

"Dialokasikan saja satu anggota, tapi harus berdasarkan permintaan warga," jelasnya. (Asp)

#DPRD DKI Jakarta #Hanura #APBD DKI #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tiket Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, DPRD DKI Buka Suara
Tiket masuk Ancol kini diusulkan gratis. DPRD DKI Jakarta pun buka suara perihal usulan tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
Tiket Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
DPRD DKI dan TAPD menyepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,56 triliun. Layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bansos tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
Indonesia
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
DPRD DKI menyoroti kesulitan pedagang tradisional Jakarta bersaing dengan e-commerce dan meminta DPPKUKM serta Pasar Jaya berkolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Pedagang Tradisional Jakarta Kesulitan Hadapi E-Commerce, DPRD Minta DPPKUKM dan Pasar Jaya Berkolaborasi
Indonesia
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dimulai Januari 2027 dan rampung pada Agustus 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Pramono: Pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas Dimulai Paling Lambat Januari 2027
Bagikan