MerahPutih.com - Kamis (19/12) petang kemarin, tercatat serapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih jauh dari target yakni hanya sebesar 74 persen. Target serapan tahun ini sebesar 85 persen.
Menyikapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan optimistis serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2019 bisa mencapai target.
Baca Juga:
Soal Transparansi Anggaran Pemprov DKI Dianggap Kalah Dibanding Bogor
Target serapan tahun ini 85 persen dari total anggaran APBD 2019 sebesar Rp86,89 triliun.
“Target serapannya insyaallah akan tercapai," ujar Anies di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (20/12).
Anies tak membocorkan berapa besaran serapan anggaran yang sudah dicapai pihaknya hari ini. "Nanti anda lihat angkanya terbaru," jelas dia.
DPRD DKI sudah memproyeksikan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) APBD DKI Jakarta tahun 2019 mencapai Rp5,5 triliun.
Meski silpa tahun ini mencapai angka fantastis, namun kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, nominal ini dianggap masih rasional bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Zita menilai, salah satu alasan rendahnya serapan anggaran di Ibu Kota karena 2019 merupakan tahun politik.
"Kita lihat dari tahun 2017-2018 ke atas, penyerapan kita ini makin baik. Tapi tahun ini (2019) karena ada tahun politik, penyerapan kita masih di angka 57-58 persen padahal targetnya 90 persen penyerapan," ujar Zita.
Sisa anggaran tahun ini diharapkan menjadi motivasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggenjot anggaran APBD DKI pada tahun 2020 nanti.
"Mudah-mudahan di tahun depan tidak ada tahun politik, agenda ekonomi kita mudah-mudahan naik juga, dan pertumbuhan ekonomi naik juga,” tandasnya.
Baca Juga:
Kemendikbud: Anggaran Ujian Nasional Bakal Dialokasikan untuk Perbaikan Sekolah
Dari data yang dihimpun, silpa Pemprov DKI selama rentan waktu lima tahun terakhir selalu naik turun.
Pada tahun anggaran 2014, tercatat silpa di DKI Jakarta Rp8,7 triliun dari total APBD DKI sebesar Rp69,25 triliun. Tahun berikutnya terjadi penurunan drastis dari total anggaran sebesar Rp67,1 triliun. Silpa tahun 2015 hanya tercatat Rp3 triliun.
Pada tahun 2016 Silpa DKI Jakarta kembali meroket yakni sebesar Rp7,7 triliun dari total APBD DKI sebesar Rp70,28 triliun.
Sedangkan pada tahun 2017, sisa serapan anggaran juga melangit yakni mencapai Rp13,16 triliun pada saat penetapan APBD DKI tahun anggaran 2018 sebesar Rp77,11 triliun
Silpa DKI kembali menurun pada tahun anggaran 2018 yang tercatat sebesar Rp9,75 triliun dengan progress penyerapan 83 persen. (Asp)
Baca Juga: