Anies Disarankan Maju Pilgub DKI Lewat Jalur Independen

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 16 Februari 2021
Anies Disarankan Maju Pilgub DKI Lewat Jalur Independen

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di perayaan Hari Pers Nasional, Senin (9/2). Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menyarankan, Anies Baswedan untuk menggunakan jalur independen jika nantinya mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Emrus lantaran Anies sudah mempunyai bekal sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun dari 2017 hingga 2022. Terlebih sampai hari ini ia belum memiliki partai sebagai kendaraan maju menduduki kembali kursi DKI 1.

Baca Juga

Survei: Kalahkan Risma, Elektabilitas Anies di Pilgub DKI 42,5 Persen

"Kalau memang dia yakin dan percaya diri dan merangkul rakyat dan percaya di berhasil saya sarankan dia jalur independen," kata Emrus saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (15/2).

Dengan maju independen, menurut Emrus, menunjukan kalau Anies mempunyai kekuatan di Jakarta dalam merangkul rakyat untuk mendulang suara di Pilkada DKI nanti.

Tapi, jika dirinya maju melalui partai politik, kata dia, masyarakat akan mempertanyakan kerjanya selama 5 tahun memimpin Jakarta. Artinya, dia belum bisa yakini warga dengan program-program yang dibuat saat menjabat gubernur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung pelaksanaan penyaluran BST di SDN Palmeriam 01 dan SDN Kayu Manis 01, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (13/1) (Ist)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung pelaksanaan penyaluran BST di SDN Palmeriam 01 dan SDN Kayu Manis 01, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (13/1) (Ist)

Diketahui, dalam Pilkada DKI 2017 lalu KPU memperbolehkan calon Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Tapi, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon tersebut.

Pada 2017 lalu untuk bisa lolos verifikasi administrasi, balon gubernur independen harus bisa menyerahkan data KTP dengan jumlah minimal 532.213 data KTP.

"Maka dia yakin dengan program-program yang terwujud dan dirasakan masyarakat. Saya sarankan Anies independen," tuturnya.

Untuk bisa mendongkrak elektabilitas dan mengambil suara rakyat, lanjut dia, Anies wajib merealisasikan janji kampanyenya pada Pilkada 2017 lalu. Jika janji kampanye dapat dijalankan dengan baik diyakini Anies bisa mocer lewat jalur independen.

"Untuk Anies dari sekarang 2021 ke 2022 di waktu sejauh mana dia menyelesaikan janji politiknya," jelasnya.

Lembaga Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei persaingan ketat perebutan kursi jabatan calon gubernur DKI. Posisi Anies Baswedan berada paling puncak diantara 15 nama yang disodorkan.

Anies memperoleh elektabilitas sebanyak 42,5 persen sebagai cagub DKI. Posisi kedua disusul politisi PDI Perjuangan yang juga sebagai Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan memiliki elektabilitas di bawah Anies Baswedan, yakni 23,5 persen.

Meski elektabilitas Risma di bawah Anies, Survei Median menyebut tren elektabilitas Mensos tersebut mengalami kenaikan dari 4,2 persen pada survei yang dilakukan pada Juli 2020, kini menjadi 23,5 persen.

Ketika ditanya, apakah elektabilitas Risma akan meroket melebihi dan menjegal Anies saat Pilkada DKI nanti. Ia menyebutkan jika elektabilitas keduanya akan bergerak terus, mengingat keduanya masih memimpin dan dapat memanfaatkan jabatan itu.

"Dinamis survei itu, kan potret saat itu, pemilu itu tahun 2024 artinya ada kesenjangan itu untuk 2024," tutup Emrus. (Asp)

Baca Juga

PKB Nilai Glorifikasi Prestasi Anies Kurang Elok

#Pilkada Serentak #PemiluKada #Pilkada Dki #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Biaya Pilkada Langsung Bikin Kantong Bolong, Pengamat Sarankan Balik ke DPRD
Dedi menekankan bahwa anggota DPRD merupakan representasi sah yang dipilih langsung oleh rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Biaya Pilkada Langsung Bikin Kantong Bolong, Pengamat Sarankan Balik ke DPRD
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Beredar konten yang berisi Anies menyebut orang-orang di sekeliling Prabowo munafik dan gila jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Bagikan