Anggota DPR Tuding Saracen Gunakan Strategi Devide et Impera

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 29 Agustus 2017
Anggota DPR Tuding Saracen Gunakan Strategi Devide et Impera

Anggota DPR Ahmad Junaidi Auly (Foto: Twitter @FPKSDPRRI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ahmad Junaidi Auly menilai grup Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian memakai strategi devide et impera alias adu domba anak bangsa.

"Ini betul-betul persoalan serius yang harus dibongkar oleh kepolisian secara tuntas, transparan, dan menyeluruh. Jangan sampai ada yang lolos, khususnya para penyandang dana dan aktor intelektual di balik semua ini," kata Ahmad Junaidi Auly dalam rilis, Selasa (29/8).

Anggota DPR yang juga politikus PKS itu, kelompok Saracen sangatlah membahayakan persatuan dan kesatuan, keamanan, dan keutuhan NKRI sehingga layak diberikan hukuman maksimal.

Dengan strategi "devide et impera" itu, ujar dia, mereka menggunakan fitnah, hoaks, dan sentimen SARA sebagai senjata agar rakyat tercerai berai menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga mudah ditaklukan dan dikendalikan.

"Sejarah keberhasilan penjajah menggunakan 'devide et impera' tidak boleh terulang, pemerintah melalui instansi-instansi terkait seperti BIN, Kemenkominfo, Kepolisian harus semakin proaktif mengambil langkah-langkah preventif maupun represif kepada kelompok-kelompok sejenis ini," ujar Ahmad Junaidi Auly yang juga anggota Komisi XI DPR.

Junaidi mengatakan harus diakui bahwa masyarakat Indonesia saat ini memang masih belum sepenuhnya terliterasi dengan baik terhadap setiap informasi yang diterimanya sehingga setiap informasi yang berisikan fitnah, hoax, dan SARA mudah sekali memanipulasi dan mengacaukan persepsi masyarakat.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar ketika menerima sebuah informasi yang cenderung memancing emosi, amarah, dan sentimen SARA, periksa terlebih dahulu sumbernya, kelogisannya, tanyakan teman yang kompeten, cari informasi pembanding, serta menanggapinya dengan pikiran bijak dan jernih.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berharap terungkapnya sindikat penyebar berita bohong "Saracen" bisa menjadi awal kebangkitan pemilih cerdas di Tanah Air.

"Kita punya pilkada tahun depan dan saya yakin modus seperti ini banyak sekali. Semoga ini membuat banyak masyarakat mulai menjadi pemilih cerdas," ujar Grace Natalie yang dihubungi di Jakarta, Minggu (27/8).

Ia menilai terbongkarnya jaringan pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian berbau SARA itu sudah sepatutnya menyadarkan masyarakat agar kemudian dapat lebih cerdas menyaring informasi yang mereka peroleh.(*)

#Saracen #Ujaran Kebencian #Politisi PKS #Grace Natalie
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Sekjen DPP IKM B Moulevey Rajo Mudo melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Perbedaan antara opini tajam, ujaran kebencian, dan hoaks sering kabur, tetapi secara hukum dan etika publik, pembatasan merupakan hal yang penting.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
Aparat Diminta Pahami Antara Kritik, Ujaran Kebencian dan Hoaks
Indonesia
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
YouTuber Muhammad Adimas Firdaus PS atau Resbob resmi menyandang status tersangka dan kini sudah ditahan di Polda Jawa Barat (Jabar)
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
Terancam 6 Tahun Bui, Ini Jejak Pelarian Resbob Sebelum Diringkus di Semarang
Indonesia
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Resbob akhirnya ditangkap Polda Jabar, Senin (15/12). Sebelum ditangkap, ia sempat kabur dan pindah-pindah tempat.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Resbob Ditangkap Polda Jabar, Sempat Kabur dan Pindah-pindah Tempat
Indonesia
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Komisi I DPR RI menanggapi kasus YouTuber Resbobs, yang menghina suku Sunda. Ia meminta pelaku ujaran kebencian ditindak tegas.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Resbob Hina Suku Sunda, Komisi I DPR Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditindak Tegas
Dunia
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Penembakan terjadi saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
Ayah dan Anak Diduga Jadi Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney
Indonesia
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Kasus ini mencuat setelah dalam salah satu siaran di YouTube, Resbob melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap pendukung Persib dan masyarakat Sunda. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu kemarahan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Desember 2025
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Indonesia
Pajak Bumi dan Bangunan Naik Hingga 250% di Pati, PKS Minta Pemerintah Jangan Pernah 'Bermain Api' dengan Rakyat
Peka dan empatilah pada kondisi masyarakat yang masih banyak mengalami kesusahan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 17 Agustus 2025
Pajak Bumi dan Bangunan Naik Hingga 250% di Pati, PKS Minta Pemerintah Jangan Pernah 'Bermain Api' dengan Rakyat
Indonesia
Bawaslu DKI Layangkan Panggilan Ketiga untuk Grace hingga Maruarar Terkait Pelanggaran Pilkada
Bawaslu DKI sebut ketiganya mangkir saat pemanggilan pertama dan kedua.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Desember 2024
Bawaslu DKI Layangkan Panggilan Ketiga untuk Grace hingga Maruarar Terkait Pelanggaran Pilkada
Bagikan