Anggota Brimob Tembakkan Senjata ke Kepalanya

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 15 Mei 2017
Anggota Brimob Tembakkan Senjata ke Kepalanya

ilustrasi (Gettyimages)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Seorang anggota Brimob DEN A Satuan III Pelopor bagian logistik, Bripka Teguh Dwiyatno ditemukan tewas bersimbah darah di Asrama Brimob Kedaung Blok C, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Teguh mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan senjata api di bagian kepala.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono yang dikonfirmasi membenarkan Bripka Teguh tewas karena bunuh diri.

"Kami juga prihatin dengan kejadian pagi tadi. Penyidik masih melakukan pendalaman, kenapa bisa terjadi sepertti ini," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/5).

Argo menjelaskan, Teguh ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh salah satu perwira Brimob Kedaung, Iptu Nusrishadi. Ia melihat Teguh tergeletak di lantai saat sedang melintas menggunakan sepeda.

"Jenazah Teguh ditemukan di garasi kantor," jelas Argo.

Iptu Nusrishadi lalu melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Brimob lainnya. Di lokasi, ditemukan beberapa barang bukti sebuah senpi jenis Revolver CDS nomor 683031, empat butir peluru aktif, dan satu selongsong peluru yang diduga telah digunakan.

Teguh mengalami luka tembak di kepala kanan hingga tembus ke bagian kepala kirinya.

Argo juga mengaku belum bisa mengindentifikasi apakah dugaan Teguh bunuh diri menggunakan senjata pribadi atau bukan. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab Teguh mengakhiri hidupnya.

"Kami ingin melihat dahulu ada permasalahan apa. Apakah permasalahan pribadi atau apa. Nanti ada psikolog dari Polda yang akan mencari informasi-informasi seperti itu," jelas Argo mengakhiri perbicangan. (Ayp)

#Bunuh Diri #Brimob #Tewas
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Indonesia
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Siswa SD di NTT bunuh diri karena tidak mampu membeli buku. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kemendikdasmen mengusut tuntas.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Indonesia
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Kasus perampokan sadis terjadi di Boyolali, Kamis (29/1). Bocah berusia 5 tahun tewas dan ibunya kritis.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Indonesia
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Polisi telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, data paspor, serta data perjalanan pesawat yang digunakan Bripda MR selama desersi.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Bagikan