Anggaran KUA-PPAS Fantastis, Anies Ungkap Kelemahan Sistem E-budgeting Model Lama
Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya tengah memperbaiki sistem e-budgeting agar di tahun-tahun ke depan masalah anggaran yang dinilai janggal bisa dengan mudah dirombak.
"Sekarang baru mau diperbaiki, sekarang manual, mudah-mudahan tahun 2020 bisa digunakan," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).
Baca Juga:
Begini Klarifikasi Anies Baswedan Terkait Anggaran Selangit Lem Aibon dan Bolpoin
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan bahwa polemik permasalahan anggaran yang dinilai tak logis dikarenakan pihaknya yang masih menggunakan sistem e-budgeting model lama.
"Ini ada masalahnya, ini harus dikoreksi karena mengandalkan manual. Kalau ngeceknya manual akan selalu berulang seperti ini. Dengan melihat situasi, kami perhatikan sistemnya harus diubah supaya begitu ngisi komponen yang relevan," ucapnya.
Anies mengaku, ia telah mengetahui terlebih dulu terdapat anggaran di dalam draf dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) tahun 2020 yang dinilai janggal sebelum anggota PSI mengomentari.
Baca Juga:
Anak Buah Anies Klarifikasi Tak Ada Anggaran Aibon, Pras: Pas Ketahuan Bilang Salah Tulis
Ia pun mengungkapkan, kesalahan itu tak dipublikasikan agar ada revisi internal di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai bidangnya.
"Satu satu lihatin, tim kita review satu satu, dan saya paggil semuanya, saya tunjukan keanehan itu. Saya tidak umumkan keluar. Karena saya mau koreksi tidak bisa seperti ini terus. Kalau umumkan menimbulkan kehebohan, (tapi) gubernurnya kelihatan keren sih," tutupnya. (Asp)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Dana Bagi Hasil Balikpapan Dipangkas hingga 70 Persen, DPR: itu Hak Daerah yang Wajib Dikembalikan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Saldo Duit Rp 500 Ribu, Pemprov Jabar Belum Bayar Kontraktor Rp 621 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Soal Uang Pemprov DKI Rp 14,6 Triliun Ngendap di Bank, Pramono: 1.000 Persen Betul