ADA seorang pria yang sangat dekat dengan 'teman' perempuannya. Ia menginginkan 'teman' perempuannya itu lebih dari sekedar teman. Ia ingin 'teman' perempuannya menjadi kekasihnya. Namun apa daya, si perempuan hanya mau berada di zona pertemanan saja. Padahal di antara keduanya tidak pernah ada orang lain, selain mereka berdua.
Ini yang kerap terjadi di dalam pergaulan. Sebenarnya dapat saja pertemanan itu berubah menjadi kekasih jika saja ada kejelasan yang sangat terang dari salah satu pihak. Sudah saatnya, terutama si pria, menempatkan prioritas yang sebenarnya di antara pertemanan atau kekasih.
Celakanya banyak pria yang kemudian terlalu lama memikirkan hal ini. Padahal urusan asmara tidak ada hubungan dengan logika, semua dari hati. Salah satu caranya adalah mengambil risiko, yang kebanyakan orang tak mau mengambilnya. Ketakutan terbesar adalah kehilangan pertemanan dengan dirinya. Padahal aksi pun belum dilakukan, namun sudah terhenti dengan asumsi yang belum tentu kebenarannya.
Andpun harus mengerti betul apa yang ada di benak dan perasaan perempuan. Pertama mereka akan menjalin kisah asmara jika memang merasakan adanya ketertarikan alami dan senyawa kimia di dalam dirinya. Kemudian seorang pria harus mengerti betul kebutuhan emosional wanita, jangan anggap remeh hal ini.
Jika si perempuan tidak merasakan ketertarikan dan senyawa kimia dalam tubuhnya, ia meletakan pria itu dalam zona pertemanan saja. Hal ini yang tidak pernah disadari oleh para pria. Jadi untuk apa membuang waktu jika masih ada perempuan lain di luar sana.
Pahamilah jika ia sudah mengatakan 'kamu teman yang baik' atau 'kamu mengingatkan saya pada kakak', berarti Anda tidak memiliki kesempatan apapun untuk berkencan dengannya. ia sudah mengungkapkan perasaannya dengan terus terang dan gamblang. Jangan pernah berpikiran untuk mengejarnya terus, sampai ia mengubah pikirannya. (psr)