Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ancaman Krisis Pangan Tidak Bisa Dianggap Enteng

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Juli 2022
Ancaman Krisis Pangan Tidak Bisa Dianggap Enteng

Pedagang beras. (Foto: ANTARA/ Mansyur)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman krisis pangan semakin menghantui dunia termasuk masyarakat Indonesia. Kondisi ini, harus disikapi pemerintah agar masalah ini tidak menjadi bom waktu.

"Ancaman krisis pangan tidak bisa dianggap enteng. Karena akan berdampak pada sebagian besar masyarakat. Pemerintah pun harus menyikapi dengan serius," ujar Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti dalam keterangannya, Senin (18/7).

Baca Juga:

Indonesia Harus Waspadai Krisis Pangan Seperti Terjadi di Sri Lanka

Senator asal Jawa Timur mengingatkan, pemerintah harus menjalankan komitmennya memperkuat ketahanan pangan dan akselerasi pertumbuhan dan aktivitas perekonomian nasional.

"Pemerintah harus memiliki strategi yang tepat. Ancaman krisis pangan dalam negeri kini sudah mulai dirasakan. Hal ini terlihat dari pasokan sejumlah komoditas yang terus berkurang," katanya.

LaNyalla menambahkan, kondisi ini semakin memberatkan masyarakat karena dibarengi harga yang terus melonjak.

"Kondisi ini yang saya bilang bisa menjadi bom waktu apabila pemerintah tidak benar-benar mempersiapkan strategi yang matang," katanya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang ini menegaskan, belum melihat strategi konkret dari pemerintah untuk menghadapi ancaman global krisis pangan. Aktivitas ekonomi dan sektor-sektor pendukungnya pun masih berjalan normatif.

"Pemerintah perlu secepatnya mempersiapkan rantai pasokan dan produksi pangan yang seimbang. Selain itu masyarakat harus diberikan pemahaman terkait ancaman krisis pangan dan upaya serta langkah menghadapinya," katanya. (Pon)

Baca Juga:

Kembangkan Potensi Lokal Perluas Pasar Pangan

#Rawan Pangan #Harga Pangan #DPD RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
DPD Gelar International Green Youth Leaders Summit 2026, Dorong Aksi Iklim Generasi Muda
Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin (tengah) membuka The International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
DPD Gelar International Green Youth Leaders Summit 2026, Dorong Aksi Iklim Generasi Muda
Indonesia
Daftar Harga Sembako Senin 6 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau dan Merah Kompak Naik, Beras Kualitas Super Satu Ikut Meroket
Lonjakan nilai jual tidak hanya bertumpu pada kelompok tanaman hortikultura penghasil rasa pedas
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Daftar Harga Sembako Senin 6 Juli 2026: Cabai Rawit Hijau dan Merah Kompak Naik, Beras Kualitas Super Satu Ikut Meroket
Berita Foto
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia Alexey Likhachev (kiri) saat pertemuan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 02 Juli 2026
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Indonesia
Stabilkan Harga Beras dan Minyakita, Bulog Bikin Kios di Berbagai Lokasi Pasar Jaya Jakarta
kolaborasi antar-BUMN dan BUMD pangan menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kelancaran distribusi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Stabilkan Harga Beras dan Minyakita, Bulog Bikin Kios di Berbagai Lokasi Pasar Jaya Jakarta
Indonesia
Bapanas Butuh Tambahan Rp 17,73 Triliun pada 2027 Buat Stabilkan Harga Pangan
Bantuan pangan beras pada tahun anggaran 2027 direncanakan diberikan kepada sekitar 18,37 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berasal dari masyarakat desil 1 sampai 3.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Bapanas Butuh Tambahan Rp 17,73 Triliun pada 2027 Buat Stabilkan Harga Pangan
Indonesia
Update Harga Pangan 5 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Makin Pedas Nyaris Tembus Rp70 Ribu, Minyak Goreng Curah Bikin Garuk Kepala
Sengatan harga tidak hanya berasal dari varian cabai rawit, namun juga merembet ke komoditas bawang dan pasokan beras nasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juni 2026
Update Harga Pangan 5 Juni 2026: Cabai Rawit Merah Makin Pedas Nyaris Tembus Rp70 Ribu, Minyak Goreng Curah Bikin Garuk Kepala
Indonesia
Update Harga Komoditas Utama Pangan 2 Juni 2026: Cabai Rawit Hingga Telur Ayam Meroket
Harga cabai rawit menyentuh harga hingga Rp75.650 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.400 per kilogram.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Update Harga Komoditas Utama Pangan 2 Juni 2026: Cabai Rawit Hingga Telur Ayam Meroket
Indonesia
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Bapanas menegaskan harga pangan nasional tetap terkendali usai Idul Adha 2026 meski ada gejolak geopolitik.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Indonesia
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan implementasi program bantuan pangan turut andil mendukung stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Indonesia
Pemprov DKI Jaga Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
Pemprov DKI memantau harga pangan menjelang Idul Adha 2026. Warga pun diminta tak panic buying.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Pemprov DKI Jaga Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
Bagikan