Amerika Serikat Tangkap dan Deportasi 200 Warga Irak

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 15 Juni 2017
Amerika Serikat Tangkap dan Deportasi 200 Warga Irak

Seorang pengunjuk rasa membawa spanduk dalam aksi anti-syariah di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Sabtu (10/6). (ANTARA FOTO/REUTERS/David Ryder)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pihak Imigrasi AS menangkap dan memindahkan 199 pengungsi Irak untuk dideportasi, dalam tiga pekan belakangan, setelah Irak setuju menerima mereka sebagai bagian dari kesepakatan penghapusan larangan perjalanan dari Presiden AS Donald Trump.

Di daerah Detroit, 114 warga negara Irak ditangkap pada akhir pekan, 85 lainnya ditangakap dari berbagai daerah di AS dalam beberapa pekan belakangan, kata Gillian Christensen, seorang jurubicara Imigrasi dan Bea Cukai AS dalam sebuah pernyataan pada Rabu (14/6) waktu setempat.

Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari dorongan pemerintahan Trump untuk meningkatkan penegakan imigrasi dan membuat negara-negara yang di masa lalu menolak, setuju menerima kembali warganegara mereka yang dideportasi dari Amerika Serikat.

Tindakan keras terhadap imigran Irak mengikuti keputusan pemerintah AS untuk mengeluarkan Irak dari daftar negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim yang disasar oleh versi revisi larangan perjalanan sementara AS, pada Maret lalu. Mayoritas dari mereka yang ditangkap memiliki catatan kejahatan termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penyerangan, penculikan, perampokan, perdagangan narkotika, pelanggaran senjata dan pelanggaran lainnya, kata Christensen.

Pada 17 April 2017, terdapat 1.444 warga Irak menerima keputusan akhir untuk dipindahkan, katanya. Sejak kesepakatan 12 Maret dengan Irak mengenai deportasi, delapan warga Irak telah dipulangkan ke Irak.

Puluhan umat Katolik Kasdim Irak di Detroit termasuk di antara mereka yang disasar dalam pembersihan pengungsi, beberapa di antaranya takut akan dibunuh jika mereka dideportasi ke negara asal, kata pengacara dan anggota keluarga pengungsi.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa ICE telah memberi isyarat niatnya untuk melakukan pemindahan terhadap umat Kristen Kasdim ke Irak, dimana di tempat itu tidak saja keselamatan mereka yang tidak dapat dijamin, namun di mana mereka juga akan menghadapi penganiayaan dan kematian atas keyakinan agama mereka," Martin Manna, presiden Yayasan Komunitas Kasdim, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu.

Warga Irak dari suku Kurdi juga ditangkap di Nashville, Tennessee, kata pengacara, pegiat dan anggota keluarga. Setidaknya beberapa dari mereka yang ditangkap merupakan anak-anak, mereka mendapat masalah dan sudah menjalani hukuman, menurut pengacara pengungsi dan pegiat. Karena telah lama tinggal di Amerika Serikat, mereka tidak lagi berbicara dengan bahasa Arab.

Seorang pejabat Irak sebelumnya mengatakan bahwa diplomat dan misi konsuler Irak akan berkoordinasi dengan pihak berwenang AS untuk mengeluarkan dokumen perjalanan kepada mereka yang dideportasi.

Sumber: ANTARA

#Irak #Imigrasi #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan