Kesehatan

Aman Berlibur di Tengah Pandemi

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 01 Maret 2022
Aman Berlibur di Tengah Pandemi

Liburan tetap dengan protokol kesehatan. (Foto: Pexel/Alexandr Podvalny)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 masih menggelantung, parahnya virus pun bemrutasi menjadi varian baru. Meskipun begitu pemerintah sudah melonggarkan pembatasan yang dibuat terdahulu. Tentunya dengan berbagai persyaratan yang membuat kita tetap sehat.

Berwisata pun tak dilarang, walaupun tak bisa seheboh dua tahun silam. Kemacetan parah pekan lalu di jalur Bogor-Puncak-Cianjur adalah bukti masyarakat memang membutuhkan liburan. Hanya saja harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Baca Juga:

Hal yang Harus Dilakukan Saat Orangtua Punya Gaya Parenting Berbeda

Tubuh sehat

liburan
Semua anggota keluarga yang hendak berlibur harus dalam kondisi seht dan fit. (Foto: Pexel/Pixabay)


Sebelum memutuskan untuk berlibur, pastikan kamu dan anggota keluargamu dalam keadaan sehat. Saat sakit atau tidak dalam kondisi prima, daya tahan tubuh cenderung menurun. Hal ini bisa memudahkan berbagai penyebab penyakit, termasuk virus Corona, masuk ke tubuh selama liburan.

Beberapa tujuan wisata, terutama yang berada di wilayah berbeda, mewajibkan kamu untuk melakukan rapid test sebelum berangkat. Bila perlu, kamu juga bisa melakukan tes PCR yang hasilnya lebih akurat. Selain untuk memastikan kesehatan diri sendiri, kamu bisa melindungi orang lain yang akan bertemu denganmu di tempat wisata nanti.


Barang pribadi

liburan
Bawa sendiri barang-barang untuk keperluan pribadi. (Foto: Pexel/Karolina Grabowska)

Jangan lupa untuk membawa peralatan pribadi, seperti handuk, sikat gigi, tempat minum, dan alat makan. Untuk muslim sebaiknya membawa sajadah dan mukena sendiri bagi perempuan. Dengan membawa barang-barang pribadi sendiri, kita dapat mengontrolnya dengan baik dan menghentikan penyebaran virus ini. barang-barang ini harus dimiliki oleh semua anggota keluarga dan menjaganya dengan baik, jangan sampai tercecer atau hilang.

Baca Juga:

Diet Harus Sesuai dengan Kondisi Kesehatan Tubuh

Masker dan hand sanitizer

liburan
Masker harus dibawa kemana saja dan jangan lupakan cadangannya. (Foto: Unsplash/Kai Pilger)


Hukumnya wajib untuk selalu membawa masker dan hand sanitizer. Dua barang ini harus selalu ada selama kamu bepergian. Usahakan kalau berlibur membawa masker cadangan secukupnya. Jadi kamu tidak kebingungan bila masker hilang atau tercecer entah dimana. Begitu juga dengan hand sanitizer beli yang mudah dibawa kemana-mana. Usahakan memiliki cadangan pula, meskipun saat ini di beberapa tempat wisata sudah menyediakan hand sanitizer di berbagai titik. (jas)

Baca Juga:

Konsumsi Makanan Tertentu Memengaruhi Jerawat, Mitos atau Fakta?

#Kesehatan #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Bagikan