Aktivitas Rumah Tangga Bisa Gantikan Olahraga Sedang untuk Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Desember 2023
Aktivitas Rumah Tangga Bisa Gantikan Olahraga Sedang untuk Anak

Membiasakan anak untuk membantu dalam aktivitas rumah. (Foto: Pexels/Yan Krukau)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH aktivitas rumah tangga yang menuntut pergerakan fisik seperti mencuci mobil selama 45-60 menit, mengelap kaca atau mengepel lantai 45-60 menit, serta berkebun 30-40 menit, dapat menggantikan olahraga kategori sedang dan membakar sebanyak sekitar 150 kilokalori untuk anak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof DR Dr Rini Sekartini, SpA(K) pada seminar media bertema 'Peran Olahraga untuk Tumbuh Kembang Anak secara Optimal serta Manfaat dan Cara Memilihnya', Jumat (22/12).

Baca juga:

Bunda Samakan Frekuensi dengan Anak Perempuan, Begini Caranya

Libatkan anak pada aktivitas rumah tangga harian. (Foto: Pexels/Tatiana Syrikova)

Rini menjelaskan bahwa aktivitas fisik harian tersebut dapat diterapkan bagi anak-anak untuk menggantikan beberapa jenis olahraga berkategori sedang. Lebih lanjut dia membeberkan bahwa berbagai aktivitas rumah tangga itu, dapat menggantikan jenis olahraga seperti bermain sepak bola atau voli selama 45-60 menit, bermain basket selama 15-20 menit, berenang 20 menit, dan lompat tali selama 15 menit.

“Selain mengontrol berat badan, aktivitas fisik atau olahraga bermanfaat bagi kesehatan fisik anak dan remaja untuk kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan jantung dan lean body mass, serta memperbaiki peredaran darah,” terang Rini.

Sedangkan manfaat non fisik dari olahraga disebutkan di antaranya dapat meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan mental psikologis, kemampuan belajar dan berlatih, serta membantu mengurangi stres.

Baca juga:

Kurang Tidur Hambat Perkembangan Otak si Kecil

Kenalkan anak pada olahraga kompetitif. (Foto: Pexels/Pixabay)

Olahraga yang kompetitif misalnya bela diri melalui ajang pertandingan, secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, belajar mandiri, kemampuan berkonsentrasi, serta mengurangi stres pada anak.

Meski demikian pada beberapa anak yang memiliki sifat pencemas, olahraga yang bersifat kompetitif justru dapat meningkatkan rasa kecemasan yang berlebihan.

“Kalau anak cemas sebelum bertanding, dia mungkin bisa sakit perut bahkan sampai muntah atau menangis. Jadi, memang orangtua harus pandai melihat olahraga dan aktivitas fisik yang dianjurkan sesuai dengan sikap atau perilaku anak,” tukas Rini. (*)

Baca juga:

Lindungi Anak Bereksplorasi Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri

#Anak #Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan