SEJUMLAH aktivitas rumah tangga yang menuntut pergerakan fisik seperti mencuci mobil selama 45-60 menit, mengelap kaca atau mengepel lantai 45-60 menit, serta berkebun 30-40 menit, dapat menggantikan olahraga kategori sedang dan membakar sebanyak sekitar 150 kilokalori untuk anak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof DR Dr Rini Sekartini, SpA(K) pada seminar media bertema 'Peran Olahraga untuk Tumbuh Kembang Anak secara Optimal serta Manfaat dan Cara Memilihnya', Jumat (22/12).
Baca juga:
Bunda Samakan Frekuensi dengan Anak Perempuan, Begini Caranya
Rini menjelaskan bahwa aktivitas fisik harian tersebut dapat diterapkan bagi anak-anak untuk menggantikan beberapa jenis olahraga berkategori sedang. Lebih lanjut dia membeberkan bahwa berbagai aktivitas rumah tangga itu, dapat menggantikan jenis olahraga seperti bermain sepak bola atau voli selama 45-60 menit, bermain basket selama 15-20 menit, berenang 20 menit, dan lompat tali selama 15 menit.
“Selain mengontrol berat badan, aktivitas fisik atau olahraga bermanfaat bagi kesehatan fisik anak dan remaja untuk kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan jantung dan lean body mass, serta memperbaiki peredaran darah,” terang Rini.
Sedangkan manfaat non fisik dari olahraga disebutkan di antaranya dapat meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan mental psikologis, kemampuan belajar dan berlatih, serta membantu mengurangi stres.
Baca juga:
Olahraga yang kompetitif misalnya bela diri melalui ajang pertandingan, secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kepercayaan diri, belajar mandiri, kemampuan berkonsentrasi, serta mengurangi stres pada anak.
Meski demikian pada beberapa anak yang memiliki sifat pencemas, olahraga yang bersifat kompetitif justru dapat meningkatkan rasa kecemasan yang berlebihan.
“Kalau anak cemas sebelum bertanding, dia mungkin bisa sakit perut bahkan sampai muntah atau menangis. Jadi, memang orangtua harus pandai melihat olahraga dan aktivitas fisik yang dianjurkan sesuai dengan sikap atau perilaku anak,” tukas Rini. (*)
Baca juga:
Lindungi Anak Bereksplorasi Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri

