Lindungi Anak Bereksplorasi Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 14 Desember 2023
Lindungi Anak Bereksplorasi Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri

Pastikan Buah Hati terlindungi dalam mengoptimalkan eksplorasinya yang penuh warna. (Unsplash/Kristin Brown)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DAMPAK perubahan iklim semakin nyata terjadi di sekitar, termasuk memburuknya kualitas udara dan peningkatan suhu ekstrem.

Bahkan, menurut laporan The Climate Crisis Is a Child Rights Crisis: Introducing the Children’s Climate Risk Index, Indonesia menempati peringkat ke-46 sebagai negara dengan tingkat risiko tinggi paparan krisis iklim pada anak-anak.

Baca Juga:

Hewan Peliharaan Dapat Lindungi Anak dari Alergi Makanan

Tip Lindungi Eksplorasi Anak Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri
Pastikan kebersihan anak terjaga dengan baik. (Pexels/Ron Lach)

Maka tak heran, anak-anak mudah terpapar berbagai penyakit terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Seperti batuk, demam, pilek, dan radang.

Fenomena tersebut diperkuat oleh data surveilans penyakit oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Agustus 2023. Bahwa terjadi peningkatan kasus ISPA mencapai 200 ribu laporan di puskesmas dan rumah sakit se-Jabodetabek. Kondisi ini diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun.

Menyikapi dampak perubahan iklim terhadap tumbuh kembang anak, Nestlé DANCOW mengajak para bunda untuk memastikan anak terlindungi dalam mengoptimalkan eksplorasinya yang penuh aktivitas.

Pastikan kebutuhan gizi anak tercukupi melalui asupan gizi seimbang yang didukung oleh konsumsi air putih, susu tinggi protein, dan kaya kalsium untuk memastikan perlindungan dari serangan penyakit.

“Nestlé DANCOW senantiasa menginspirasi dan mengajak para orang tua untuk memaksimalkan stimulasi dan eksplorasi Si Buah Hati, meski saat ini dampak perubahan iklim sangat dirasakan,” kata Senior Brand Manager of Nestle DANCOW Prasasti Dhaniswari, dalam siaran pers yang diterima, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Anak Tetap Bahagia dan Sehat Setelah Perceraian

Tip Lindungi Eksplorasi Anak Agar Tetap Aktif dan Percaya Diri
Pastikan pelengkap pakaian bagi Si Buah Hati. (Nestle)

Selain itu, siapkan juga pelengkap pakaian seperti topi, jaket, payung, atau jas hujan. Penting untuk berjaga-jaga apabila panas atau hujan menerpa saat Si Buah Hati sedang bermain di ruang terbuka untuk melindungi proses eksplorasinya. Bunda juga harus selalu menyiapkan masker bagi Buah Hati untuk menghindari risiko polusi udara.

Tentukan kapan dan berapa lama anak-anak bermain di luar ruang agar mereka terhindar dari paparan sinar UV yang menyengat di tengah panasnya cuaca. Bunda bisa menggunakan tabir surya sebagai proteksi ekstra bagi Si Buah Hati.

Lalu, pada sore hari menjadi waktu yang disarankan untuk Buah Hati tercinta bermain di area terbuka karena suasana yang cenderung rileks dan turunnya suhu udara. Tentukan juga waktu istirahat. Pastikan kebersihan Si Buah Hati terjaga dengan membiasakan untuk selalu cuci tangan dan kaki saat memasuki rumah.

Secara konsisten, Nestlé DANCOW menyediakan gizi terbaik yang dapat mendukung proses tumbuh kembang Si Buah Hati. Selain itu, Nestlé DANCOW turut berkomitmen untuk terus mendikung tumbuh kembang anak agar menjadi apa yang mereka inginkan. (and)

Baca Juga:

'Five Nights at Freddy's' Berbahaya untuk Anak

#Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan