MerahPutih, Keuangan-Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ditutup bertahan di level Rp14.000-an per dollar AS pada akhir pekan. Meski sempat diprediksi bakal terus tertekan, pergerakan rupiah menunjukkan sebaliknya.
Mengutip data Bloomberg, Jumat (4/9) sore rupiah diperdagangkan di posisi Rp14.172 per dollar AS masih melemah dibandingkan kemarin Rp14.170 per dollar AS. Rupiah turun 1,9 poin atau 0,01 persen. Gerak rupiah sepanjang hari ini terkuat di posisi Rp14.163 per dollar AS sedangkan terlemah di posisi Rp14.204 per dollar AS.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai rupiah terhadap dollar AS berada di posisi Rp14.279 per dollar AS pada penutupan sore. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) rupiah berada di level Rp14.178 per dollar AS pada penutupan sore.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendarat di zona merah pada akhir pekan ini. IHSG gagal melanjutkan penguatannya dan bergerak landai sepanjang hari.
Pada penutupan, IHSG merosot 17,77 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 4.415. Sementara indeks saham unggulan LQ45 juga turun tipis 3,32 poin ke 749 dan JII melemah 1,75 poin ke 589.
Sektor perkebunan dan konsumer memimpin penguatan, masing-masing sebesar 1,60 poin dan 6,62 poin. Sementara itu sektor paling melemah dipegang dari sektor pertambangan 12 poin. (Luh)
Baca Juga:
Rupiah Tertekan Seiring Pertumbuhan Ekonomi Amerika