Akbar Tanjung Bakal Terjun Langsung Sosialisasikan KIB

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Juli 2022
Akbar Tanjung Bakal Terjun Langsung Sosialisasikan KIB

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung. ANTARA/Rahmat Fajri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga ketua umum partai politik secara resmi tekah menandatangani nota kesepahaman dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Penandatanganan itu dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan.

Baca Juga:

Digoyang Demokrat, PAN Pastikan KIB Masih Solid

Tiga pimpinan partai politik itu juga menyepakati bahwa koalisi masih terbuka untuk partai politik lainnya yang ingin bergabung. Selain itu, koalisi dibangun untuk menghentikan politik identitas, diharapkan masyarakat tidak terbelah serta untuk kepentingan rakyat yang bersatu.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung, menyatakan siap membantu menyosialisasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Saya akan membantu menyosialisasikan kepada seluruh tingkatan kepengurusan Partai Golkar," katanya politikus senior itu, di Jakarta, Rabu (20/7).

Ia berharap, koalisi KIB dapat bekerjasama dengan baik dalam rangka menghadapi berbagai agenda politik jelang Pemilu 2024.

"Partai-partai yang bergabung dengan KIB dapat meraih dukungan suara terbesar," katanya.

Khusus Partai Golkar, Akbar mengingatkan untuk dapat meraih jumlah kursi maksimal di parlemen.

"Golkar pernah menjadi pemenang Pemilu pada 2004 dengan 128 kursi," ujarnya.

Ia mengakui, selama dua periode Pemilu terakhir, Partai Golkar terus mengalami kemunduran jumlah kursi di Parlemen. Pemilu 2014, Partai Golkar mendapatkan 91 kursi dan Pemilu 2019 hanya memperoleh 85 kursi.

"Terus pro aktif melakukan kampanye, setidaknya masuk dua besar perolehan kursi parlemen," katanya Akbar dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

KIB Dinilai Koalisi Cerdas

#Partai Golkar #Pemilu #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Update hasil pemilu AS terbaru hari ini! Partai Demokrat diproyeksikan sukses menyapu bersih mayoritas kursi DPR dan Senat. Simak data lengkap kehancuran benteng Republik di sini.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Update Pemilu Amerika: Demokrat Resmi Kunci Mayoritas Kongres, Republik Terseok
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Bagikan