Ajak Jabar Menangkan Jokowi, Kiai Asep Puji Cara Salat Presiden

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 07 November 2018
Ajak Jabar Menangkan Jokowi, Kiai Asep Puji Cara Salat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi imam salat saat kunjungan ke Afghanistan, 29 Januari 2018 silam (Biro Pers Setpres).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pembina Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan bila umat Islam terutama ulama menginginkan pemimpin yang takut dan bertaqwa kepada Allah maka pilihannya adalah Joko Widodo (Jokowi).

"Indikator takut dan taqwa itu salat. Salat Pak Jokowi baik, sesuai kitab Safinatus Salat. Saya saksikan sendiri, tanpa hijab," kata Kiai Asep dalam Silaturahim Kiai dan Dai Muda di Bandung, semalam.

"Waktu sujud jari-jari kakinya menghadap kiblat. Duduk iftirasy betul. Ini pasti karena terbiasa salat," puji Kiai Asep dilansir Antara.

Kiai Asep menegaskan gerakan salat bukan hal main-main. Dia mencontohkan seorang kiai sepuh asal Nganjuk, KH Jamal, yang gundah setelah bermakmum pada seorang syekh asal Timur Tengah hanya gara-gara jari-jari kaki syekh itu tidak menghadap kiblat waktu sujud.

jokowi asep
Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat menerima kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Pesantren Amanatul Ummah. Foto: dok. amanatul ummah

"Pak Jokowi juga salat di awal waktu, sering puasa Senin-Kamis. Kalau ulama berdoa minta pemimpin yang takut Allah maka pilih Jokowi," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur itu.

Dalam kesempatan itu, Kiai Asep pun secara khusus mengajak masyarakat Jawa Barat yang mayoritas Islam ahlussunnah waljamaah (Aswaja) untuk berani memenangkan Jokowi.

"Tahun 2014 Pak Jokowi kalah di Jawa Barat. Sekarang gubernurnya Aswaja, kita harus berani memenangkan Pak Jokowi, minimal 70 persen, apalagi pendampingnya ulama yang benar-benar ulama," tandas dia. (*)

#Jokowi #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan