Airlangga Sebut KIB Sedang Bangun Fondasi untuk Perbaiki Indonesia ke Depan
Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Foto: MP/Istimewa
MerahPutih.com - Petinggi partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB mengadakan makan malam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11).
Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang tergabung dari Partai Golkar, PAN dan PPP sangat solid hingga saat ini.
Baca Juga
NasDem Dinilai Tidak Cocok Masuk Koalisi KIB, Gerindra-PKB atau PDIP
"Tentu KIB ini sejak didirikan di bulan Mei yang lalu, sampai hari ini solid dan sangat solid," ucap Airlangga di Jakarta, Rabu (30/11)
Kata Airlangga, bahwa KIB sedang membangun sebuah fondasi bangunan untuk memperbaiki Indonesia ke depan.
"Yang fondasinya kuat dindingnya kokoh, sirkulasi udaranya bagus, dan juga kita berharap bangunannya ini akan diperkuat," paparnya.
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengungkapkan, KIB membuka pintu lebar untuk partai yang ingin gabung. Sampai saat ini KIB masih intens komunikasi dengan parpol lain.
"Nah diperkuat ini tentu kita masih bicara dengan partai-partai lainnya akan bergabung, partai yang kita masih komunikasi baik," tutupnya. (Asp)
Baca Juga
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Work From Mall, Padukan Kebutuhan Pekerja Fleksibel Sambil Ngopi
Pemerintah Sarankan Work From Mall, Demi Gig Economy
Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik
Pembahasan Tarif Ekspor ke AS Belum Rampung, Airlangga Ingin Beberapa Komoditas Nol Persen
Menko Airlangga Malah Senang Emas Sumbang Inflasi Terbesar, Ini Alasannya
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis, Didukung 3 Pokja
Indonesia Masih Harus Berunding Soal Tarif Dengan AS, Ditargetkan Akhir Tahun Rampung