Ahli IT Tegaskan Security Data Yang Dikelola Pemerintah Belum Matang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 September 2021
Ahli IT Tegaskan Security Data Yang Dikelola Pemerintah Belum Matang

Keamanan data. (Foto: MP/Pixabay/madartzgraphics)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peretasan kerap menarget pusat-pusat data pemerintah. Terbaru, jaringan internal 10 kementerian/lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) diduga diretas. Peristiwa ini tentu mengkhwatirkan, apalagi jika dikaitkan dengan aksi spionase.

Sebab, pusat data pemerintah merupakan rahasia negara, mulai data rencana kebijakan pemerintah, rahasia pemerintah dan militer, serta informasi strategis yang berkaitan dengan pemerintahan lainnya. Namun peretasan pun tak pandang bulu. Lembaga non-pemerintah rawan diretas selagi memiliki nilai tambah.

Baca Juga:

Mabes Polri Gandeng Kominfo Usut Peretasan 10 Situs Lembaga Pemerintah

Kerugian akan semakin besar jika yang diretas adalah data penduduk. Jika data vital penduduk diretas, kemungkinan bakal terjadi jual beli data yang dapat dimanfaatkan oknum tertentu untuk kejahatan.

Menghadapi maraknya peretasan jaringan data, dosen Teknik Informatika sekaligus PIC Infrastruktur TI Universitas Pasundan (Unpas) Ferry Mulyanto, mengatakan, persoalan SDM dan sistem pengadaan teknologi informasi di kementerian/lembaga perlu diperkuat. Hal ini dapat diupayakan lewat kolaborasi dan tata kelola yang baik, termasuk memperkuat sistem keamanan data.

“Apabila terjadi peretasan, yang harus ditingkatkan tentu kemampuan SDM, karena kaitannya dengan tata kelola IT. Data-data tersebut merupakan bagian dari infrastruktur IT. Maka dari itu, keamanannya mesti betul-betul diperhatikan, salah satunya dengan menjaga server yang digunakan untuk menyimpan data,” jelas Ferry Mulyanto.

Ia menegaskan, mencegah peretasan diperlukan langkah-langkah penting, antara lain, mem-backup data. Pencadangan data berguna untuk menghindari jika sewaktu-waktu terjadi kendala pada perangkat keras, hingga manipulasi data oleh hacker.

Mengenai sistem keamanan jaringan internal pemerintah, ia menurutkan pengalamannya saat menjadi auditor (digital forensik) di lembaga pemerintahan. Menurutnya, persoalan security belum cukup matang.

“Ironisnya, lembaga pemerintahan di Indonesia tidak terlalu memperhatikan masalah keamanan, karena kebanyakan mempercayakan ke vendor atau pihak ketiga. Tidak ada tahapan pemeliharaan yang berkesinambungan dari segi keamanan. Suatu sistem itu perlu ada maintenance dan monitoring berkala, tidak bisa lepas begitu saja,” sambungnya.

Selain membuat regulasi terpadu untuk menyelesaikan masalah keamanan sistem, pemerintah bisa membentuk semacam command center untuk memberikan peringatan dini jika terdapat aktivitas mencurigakan yang masuk ke server.

Ibarat satpam yang mengawasi CCTV selama 24 jam, sistem keamanan jaringan juga seharusnya demikian. Selama aktivitasnya normal ya biarkan saja, tapi kalau sudah mencurigakan, security ini baik orang atau sistem akan memberi peringatan.

Internet. (Foto: Pixabay)
Internet. (Foto: Pixabay)

Dugaan peretasan ini semestinya dapat menjadi pemicu bagi kementerian/lembaga untuk mengecek sistem informasi dan jaringannya. Idealnya, agar jaringan tidak mudah diretas, arsitektur sistem informasi harus dirancang dengan benar sejak awal.

Ia mengingatkan, hal lain yang perlu diperhatikan dalam keamanan data adalah perlunya perencanaan matang sejak awal membangun jaringan, server, sampai aplikasi.

"Sebab, kalau sudah berbicara penyusupan jaringan, hacker bisa masuk dari celah manapun, jadi harus punya rancangan arsitektur yang benar untuk mengantisipasi kemungkinan peretasan,” katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Politisi Demokrat Sebut Peretasan Akun Medsos Pengurus BEM UI Bersifat Sistematik

#RUU Data Pribadi #Penjualan Data Pribadi #Internet #Peretasan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
ShowBiz
Jungkook BTS Ditarget Peretas, Incar Aset Senilai Rp 448 Miliar
Antara Agustus 2023 hingga April 2025, kelompok tersebut diduga secara ilegal mengakses situs milik operator seluler murah dan berbagai perusahaan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
Jungkook BTS Ditarget Peretas, Incar Aset Senilai Rp 448 Miliar
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Indonesia
Soal Transfer Data Pribadi Konsumen ke AS, DPR Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta soroti transfer data pribadi RI-AS. Ia tekankan pentingnya kedaulatan digital dan perlindungan warga negara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Soal Transfer Data Pribadi Konsumen ke AS, DPR Minta Perlindungan Warga Diperkuat
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Data Mahasiswa Indonesia Diduga Dijual di Dark Web, DPR Sentil Pemerintah
Kementerian didesak untuk melakukan validasi segera guna memastikan apakah informasi tersebut merupakan fakta atau sekadar isu belaka
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026
Data Mahasiswa Indonesia Diduga Dijual di Dark Web, DPR Sentil Pemerintah
Dunia
China Dituduh Meretas Ajudan Para Perdana Menteri Inggris
Operasi tersebut, yang diduga memiliki nama kode Salt Typhoon menargetkan para ajudan dekat mantan perdana menteri Inggris
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Januari 2026
China Dituduh Meretas Ajudan Para Perdana Menteri Inggris
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Bagikan