ACTA Beking SP Pertamina Tolak Ahok Demi Selamatkan Bangsa
Novel Bamukmin (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
MerahPutih.com - Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mendukung sikap Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang tidak terima dengan penujukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk dalam jajaran petinggin perusahaan milik negara atau BUMN.
Menurut Novel, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi ACTA untuk memberikan bantuan terhadap Ari yang memperjuangkan agar Ahok tidak menduduki jabatan di BUMN.
Baca Juga
Copot Semua Eselon 1, Erick Thohir Jawab Tantangan Jadikan Kemen-BUMN Profesional
“Sudah kewajiban kami untuk membantu pejuang keadilan untuk menyelamatkan bangsa ini dari pelaku yang diduga terlibat perkara di berbagai tempat,” tutur Novel kepada wartawan, Selasa (19/11).
Pasalnya, kata Habib Novel, Ahok merupakan orang yang cacat hukum. Diketahui Ahok pernah bersalah dalam perkara penistaan agama yang menyebabkan dia mendekam di dalam penjara.
"ACTA saat ini jelas menolak BUMN yang juga milik rakyat Indonesia jelas sangat keberatan dipimpin oleh orang yang cacat hukum baik kasus penistaan dan dugaan beberapa kasus korupsi yang tidak jelas sampai saat ini," ujar Habib Novel.
Hal itu khawatir penunjukan Ahok sebagai bos salah satu BUMN akan berdampak buruk bagi masa depan Indonesia. "Karena dikhawatirkan berdampak buruk untuk kelangsungan masa depan negara Indonesia yang kita cintai ini," ucap dia.
Baca Juga
Pengamat: Keberadaan Ahok di Jajaran BUMN Bakal Timbulkan Banyak Kontroversi
Selain itu, Novel menyebut BUMN bisa gonjang-ganjing dan bisa berdampak pada kinerja karyawan BUMN jika Ahok memiliki jabatan di perusahaan pelat merah. Ia pun sudah memprediksi dampak ekonomi yang lesu jika Ahok menjadi salah satu bos BUMN.
"Apa yang saya sampaikan berdasarkan hukum sebab akibat, sehingga apa yang saya katakan semua sudah terbukti," jelas dia.
Dalam wawancara Ari dengan media, ia mengungkapkan bahwa Ahok sering membuat kegaduhan, kericuhan dan sering mengeluarkan umpatan kotor. Menurut Ari, jika nantinya Ahok memimipin Pertamina, lebih banyak mudhorotnya dari pada manfaatnya.
Diketahui, Ari juga tergabung dalam Aksi 212 atau Aksi Bela Islam buntut pernyataan penistaan agama yang dilontarkan oleh Ahok. Ari hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut.
Sementara, Kementerian BUMN meminta kepada serikat pekerja di FSPPB untuk memisahkan antara kepentingan politik dengan kepentingan bisnis.
Baca Juga
Kasus Al-Maidah Bisa Jadi Ganjalan Ma'ruf Amin Terima Ahok Jadi Bos BUMN
“Ini kan bisnis jangan bawa politik lah ke urusan bisnis gitu. Jadi kami minta, kami harapkan teman serikat pekerja lihat dulu,” jelas Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Kantor Kementerian BUMN. (Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Candaan Ahok Pecahkan Suasana Sidang Korupsi Pertamina yang Tegang
[HOAKS atau FAKTA]: Momen Pergantian Tahun Baru, PT Pertamina Bagi-Bagi Duit Rp 1,5 Juta untuk Masyarakat
Update Terbaru Harga BBM Akhir Desember 2025: Cek Perbandingan Harga Pertamina, Shell, BP Hingga Vivo
Pertamina Optimalkan Moda Suplai Darurat, Canting dan SPBU Mobile Jadi Pahlawan Warga Terdampak Banjir
BBM ke Sibolga Dipercepat, Pertamina Aktifkan 5 SPBU 24 Jam Bebas Barcode
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tanggapi Pernyataan Ahok Monas akan Kebanjiran jika Tanggul Laut Mutiara Jebol
Pertamina Bantah Manfaatkan Kelangkaan BBM SPBU Swasta, Fokus Utama Stabilitas Harga dengan Mendorong Kerja Sama Impor Bersama Vivo dan APR.
Tersangka Sebut Ahok Terlibat Korupsi LNG Pertamina, Ini Reaksi KPK
Alasan Pertamina Kaji Penggabungan Pelita Air dan Garuda Indonesia