MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Jawa Tengah membagikan sebanyak 2.000 masker kepada pengguna jalan setelah terjadi hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3). Sementara itu, data BPBD Solo lima Kecamatan di Solo rata diterjang hujan abu vulkanik sejak pagi pukul 08.00 WIB.
Kordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Solo, Muh Yusron mengatakan catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Gunung Merapi erupsi pukul 06.22 WIB.
Baca Juga
Gunung Merapi Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 6 Ribu Meter dari Puncak
Kemudian pada pukul 08.00 WIB hujan abu sampai ke Solo menerjang lima kecamatan, yakni Pasar Kliwon, Banjarsari, Serengan, Jebres, dan Laweyan.
"Kami sudah cek di lapangan. Hujan abu vulkanik merata di lima kecamatan di Solo sejak pagi pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB masih belum reda," ujar Yusron kepada Merahputih.com, Selasa (3/3).
Yusron mengatakan hujan abu vulkanik sangat tipis dengan waktu yang cukup lama. Akibat hujan abu vulkanik itu, sejumlah jalan utama di Solo telihat rertutup abu vulkanik dengan intensitas ketebalan sangat tipis.
"Abu vulkanik yang ada di jalan raya diterjang mobil sehingga membuat jalanan terlihat seperti gelap. Kami langsung bertindak dengan membagikan 2.000 masker gratis bagi pengguna jalan," kata dia.
Ia mengungkapkan masker tersebut dibagikan di Jalan Slamet Riyadi kawasan Sriwedari. Masker sebanyak 2.000 masker habis dalam waktu 15 menit.
"Kami saat ini sedang mengajukan bantuan ribuan masker dari BPBD Provinsi Jawa Tengah karena masker BPBD Solo stoknya habis," kata dia.
Baca Juga
Yusron mengimbau kepada warga agar memakai masker dan kacamata saat beraktivitas keluar rumah. Hal itu dilakukan agar tidak terkena penyakit ispa dan iritasi mata.
"Kami akan siram jalan-jalan yang tertutup abu vulkanik nanti bersama Damkar supaya tidak membahayakan pengguna jalan," kata dia. (*)
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuj wilayah Solo dan sekitarnya