HAMPIR semua orang suka berlibur. Menapaki tepi pantai saat senja, merasakan semilir angin di pegunungan hingga menyambangi tempat-tempat menarik penuh sejarah. Tapi, apakah kamu mampu melewati liburan yang terlampau panjang tanpa merasa bosan dan tidak merindukan rumah?
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Journal of Happiness, jawabannya adalah tidak. Bahkan penelitian ilmiah telah menjawab berapa lama waktu yang ideal untuk berlibur. Lama ideal untuk berlibur adalah delapan hari, yang merupakan panjang waktu optimal untuk memaksimalkan relaksasi dan kebahagiaan tanpa menjadi bosan atau rindu rumah.
Baca Juga:
Tahun Ajaran Baru, Tips Orangtua agar Anak Tidak Malas Sekolah
Melansir The Times, Picayune menjelaskan bahwa para peneliti mengemukakan seseorang akan merasakan peningkatan kebahagiaan selama beberapa hari pertama liburan, dengan perasaan itu memuncak pada hari kedelapan.
Selain itu, perjalanan delapan hari memberikan waktu yang cukup bagi para pelancong untuk membongkar barang bawaan, menyesuaikan diri, dan beradaptasi pada rutinitas baru yang lebih santai. Setelah hari kedelapan, getaran positif dan manfaat kesehatan mulai berkurang.
Delapan hari istirahat dari pekerjaan dan rutinitas dapat menciptakan perasaan bahagia dengan memperbaiki mood. Delapan hari berlibur juga menjadi waktu yang cukup untuk mengurangi tingkat stres dan mengembalikan energi.
Manfaat dari liburan delapan hari mungkin sepadan dengan pengorbanan waktu, karena para pelancong akan menemukan kenyataan bahwa mereka tidur lebih nyenyak, merasa stres berkurang, dan mengalami perasaan sejahtera secara keseluruhan lama setelah kembali ke rumah.
Jika lebih lama dari delapan hari justru membuat liburan menjadi kurang menggairahkan. Hal ini malah akan
membuat kita sulit menyesuaikan kembali dengan rutinitas sebelum liburan datang.
Baca Juga:
Para peneliti mendapatkan angka delapan hari setelah meriset pada beberapa orang setiap hari. Mereka mengajukan pertanyaan pada orang yang liburan. Pertanyaannya seperti "Bagaimana suasana hati kamu
hari ini?", "Seberapa tegang perasaan kamu hari ini?", dan "Bagaimana semangat kamu saat ini?".
Ketika peserta kembali ke rumah mereka, peneliti juga kembali mengajukan pertanyaan yang sama. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa manfaat emosional dan kesehatan dari liburan meningkat dengan cepat dan memuncak pada hari kedelapan.
Setelah itu manfaat liburan kembali menurun. Dan dalam seminggu setelah kembali pada rutinitas, suasana fisik dan mental hampir semua peserta kembali ke tingkat awal liburan.
Tapi, jangan biarkan kabar tersebut membuat kamu tidak berminat liburan. Penelitian juga menemukan fakta bahwa berlibur adalah hal yang sangat penting, seperti kebutuhan kita akan tidur.
Artinya, setelah bekerja, tubuh juga perlu tidur, lalu bangun, dan tidur lagi. Begitu juga dengan liburan. Perlu ada waktu untuk membuat fisik dan mental beristirahat. (DGS)
Baca Juga:
Google akan Hapus Sejumlah Tempat yang Bisa Memicu Masalah Hukum