MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Hal itu imbas dari 72 siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegas Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta, Sabtu (4/4).
Nanik menyebutkan, dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.
Baca juga:
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
"Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik," ucapnya.
BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.
Baca juga:
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
Nanik melanjutkan, BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.
"BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik. (Asp)

