6 Cara Mempersiapkan Diri sebagai Ayah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 September 2024
6 Cara Mempersiapkan Diri sebagai Ayah

Bermain bersama ayah bisa jadi bekal kesuksesan si kecil. (Foto: Unsplash/Jhonatan Saavedra Perales)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peran ayah dalam parenting sangatlah penting. Di mana menentukan bagaimana kondisi tumbuh kembang anak dalam kemampuan kognitif, perilaku dan hubungan sosial, serta kesehatan.

Karena pentingnya peran ayah ini, laki-laki yang akan menjadi seorang ayah perlu menyiapkan diri menanggung status tambahan sebagai ayah. Dilansir laman Healthline, ada enam cara mempersiapkan diri sebagai ayah:

1. Mulailah riset

Laki-laki memang secara fisik tidak mengandung bayi, namun bukan berarti laki-laki tidak masuk dalam bagian dari pengalaman kehamilan dan kelahiran. Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang menggunakan ibu pengganti atau anak adopsi, pasti ada cara untuk merasa terlibat.

Banyak buku di luar sana yang ditulis untuk calon ayah, tetapi tidak perlu membatasi diri hanya pada buku-buku tersebut. Bergabunglah dengan beberapa grup online atau daftar untuk menerima buletin kehamilan.

Jika pasangan mengalami gejala kehamilan, mulai dari mual di pagi hari hingga mulas, lakukan penelitian. Memahami apa yang mereka rasakan dapat membantu kamu memberikan dukungan yang lebih baik kepada mereka saat mereka mengandung anak.

Ketika waktu melahirkan, melahirkan, dan merawat bayi baru lahir tiba, mengetahui apa yang diharapkan dapat membuat semuanya menjadi pengalaman yang jauh lebih baik. Baca tentang persalinan pervaginam dan sesar, menyusui, penggantian popok, dan banyak lagi.

Baca juga:

Bermain bersama Ayah Baik untuk Perkembangan Kognitif Anak

2. Menjadi sehat

Sebelum memperdulikan kesehatan bayi dan istri, mulailah kebiasaan sehat dari diri sendiri. Jika kamu merokok, cobalah berhenti. Paparan asap rokok saat hamil terbukti meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan pada bayi baru lahir.

Mulailah makan makanan baik sekarang itu membantu mengisi hari-hari panjang menemani istri yang hamil. Makanan kaya serat dan meningkatkan kekebalan tubuh ke dalam makanan.

3. Bicarakan tentang mengasuh anak dengan rekan orang tua

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai diskusi tentang rencana kamu menjadi orang tua seperti apa. Apakah siap menyusui dengan bentuk dukungan sebab sosok ayah sangat penting untuk keberhasilan menyusui. Bagaimanakah porsi menjaga anak, pendidikan di rumah kan seperti apa? Apakah ayah dan ibu berdua akan bekerja? Apa rencana untuk mengasuh anak?

Ingatlah bahwa hal-hal ini masih bersifat teoritis bagi suami istri. Begitu bayi lahir, kondisi dinamika di rumah akan berubah. Jangan lupa membahas soal cara disiplin, termasuk hal-hal seperti memukul, memulai diskusi sekarang akan membuka jalur komunikasi tersebut dan membantu mendapatkan pemahaman yang sama tentang pengasuhan anak.

Baca juga:

6 Cara Beri Dukungan Anak Pertama Kali Masuk SD, Kuncinya di Orang Tua

4. Mulailah bermain sebagai sebuah tim

Sebagai kepala rumah tangga, ayah memiliki peran sebagai ketua tim. Ia harus turut campur bagaimana tim itu bergerak, bukannya malah membiarkan anggota timnya berjalan masing-masing.

Gunakan peran ketua tim tersebut dengan baik. Bijaksana. Bekerjasamalah dengan istri menjalankan mekanisme tim di rumah.

Membantu menjaga anak ketika istri istirahat, selain itu meluangkan waktu untuk bisa bermain dengan anak dan membiarkan istri untuk menikmati waktunya sementara dulu.

Baca juga:

Ibu Bertahan dalam Hubungan KDRT, ini Dampaknya pada Anak

5. Siap menjadi ayah

Pengalaman hidup di masa lalu memberi stimulus di masa depan. Kuatkan tekad bahwa kamu memang siap menjadi ayah.

Jangan biarkan mengulang pengalaman buruk bagaimana misalnya hubunganmu dengan ayah pada zaman dulu. Tidak semua orang memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya sendiri. Jika kamu cukup beruntung memiliki ayah yang hebat, mungkin kamu ingin menjadi seperti dia.

Carilah role model yang bisa kamu tiru untuk memerankan tanggung jawab sebagai ayah.

6. Temukan komunitas sesama ayah

Masuk dalam komunitas ayah dapat membantu seseorang belajar dari pengalaman orang lain. Dengan kesempatan ini seseorang jadi bisa jadi tempat untuk bertanya, curhat, atau bersimpati tentang pengalaman menjadi seorang ayah. (Tka)

#Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan