6 Cara Beri Dukungan Anak Pertama Kali Masuk SD, Kuncinya di Orang Tua

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 11 Juli 2024
6 Cara Beri Dukungan Anak Pertama Kali Masuk SD, Kuncinya di Orang Tua

Orang tua berperan penting mendukung anak pertama kali masuk sekolah. (Foto: merahputih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Cara beradaptasi tiap anak saat pertama kali belajar di Sekolah Dasar (SD) berbeda-beda. Sebagian ada yang mudah menerima, beberapa lainnya kesulitan untuk menjalani dunia belajar dengan lingkungan baru.

Orang tua berperan penting untuk memberikan dukungan kepada si kecil nan baru memulai aktivitas belajar di tingkat SD. Dukungan orang akan membangun kepercayaan diri sang anak, sehingga mampu menerima perubahan-perubahan yang akan mereka hadapi.

Dilansir dari laman pbs.org, ada enam cara bisa diterapkan orang tua kepada anak yang baru saja masuk ke SD, misalnya:

1. Afirmasi anak akan masuk sekolah baru

orang tua dapat menyampaikan perspektif positif di sekolah baru anak agar membangun semangatnya. Praktisi pendidikan taman kanak-kanak dan keterlibatan keluarga di Office of Early Cam Ellis mengatakan sampaikan tentang hal- hal menarik di sekolah tentang apa yang anak tidak yakini dan tidak pasti.

Baca juga:

Murid SD Perlu Berpartisipasi dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

"Bicaralah tentang apa yang menarik, apa yang mereka rasakan tidak pasti atau tidak yakin, dan tetapkan tujuan-tujuan kecil setiap hari sehingga mereka dapat bangga ketika mereka mencapai tujuan tersebut,” kata dia.

Cam Ellis mengatakan hal-hal tersebut seperti mengetahui nama seseorang, mencoba permainan baru untuk pertama kalinya, atau bersikap berani saat mengucapkan selamat tinggal dan masuk ke dalam kelas.

2. Validasi perasaan anak

Memasuki suasana baru menimbulkan ketakutan sendiri bagi anak, maka validasikan apa yang mereka rasakan sambil terus menyemangati mereka.

“Anda tidak perlu berhenti merasa gugup untuk melakukan hal yang membuat Anda gugup. Kita semua melakukan sesuatu sambil merasa gugup untuk melakukannya," ujar Konselor sekolah dasar di Pennsylvania, Amerika Serikat Bill Reaume.

Baca juga:

Tip agar Anak Antusias Masuk Sekolah

3. Mengajukan pertanyaan

Orang tua juga perlu menanyakan bagaimana perasaan yang telah berhasil mencapai jenjang pendidikan SD. Biarkan anak mengungkapkan kekhawatirannya dan cukup dengarkan saja. Bilang kepadanya kamu sebagai orang tua akan selalu ada untuknya.

4. Sharing ke orang tua lainnya

Orang tua yang baru memiliki pengalaman anak sekolah mungkin akan sedikit syok dengan kegiatan baru. Dengan bercerita ke orang tua murid lainnya bisa membantu untuk saling bertukar pengalaman, dan saling mengetahui bagaimana mengatur dan mengajak anak untuk persiapan pergi sekolah.

5. Gambar atau tuliskan apa yang diharapkan

Menghadapi hal yang tidak diketahui bisa jadi menakutkan. Bantu anak fokus pada apa yang mereka ketahui. Misal di prasekolah, anak memiliki jadwal tentang apa yang terjadi setiap hari.

Pertimbangkan untuk membuat kalender visual dengan gambar sarapan, berpakaian, berkendara ke sekolah, membaca buku, makan siang, bermain di taman bermain, dan dijemput setelahnya.

Baca juga:

30 Rumus Matematika Dasar yang Penting Anak Sekolah Pahami

6. Tirukan hal yang baik

Wajar orang tua khawatir karena pertama kali melepaskan anaknya di sekolah. Tapi ingat bahwa anak selalu menangkap reaksi yang dimunculkan orang tua. Jika orang tua khawatir kemungkinan anak juga merasakan hal serupa. Tetaplah antusias melepas anak pertama kalinya di SD. (tka)

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Lifestyle
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Ini merupakan pilihan yang bijak dan menyehatkan bagi anak-anak yang tidak bisa menoleransi susu sapi.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Bagikan