5 Tips Membantu Bayi Mengembangkan Keterampilan Bahasa
Bayi sudah belajar bahasa jauh sebelum kata pertama mereka..(Foto: Pixabay/Jakob Owens)
OTAK bayi bekerja sangat keras untuk belajar bahasa jauh sebelum kata pertama mereka. Dr Leher Singh dari Universitas Nasional Singapura memberikan beberapa saran atas penelitiannya.
Ini dimaksudkan untuk membantu bayi kamu mengembangkan bahasa, melansir laman Honeykidsasia
Baca Juga:Apakah Aman Penggunaan Hand Sanitizer Pada Bayi? Simak Penjelasannya
1. Mendengar kata
Anak-anak yang mendengar lebih banyak bahasa ketika masih bayi selanjutnya akan memiliki keterampilan bahasa yang jauh lebih baik saat mereka berada di sekolah dasar. Disarankan untuk mulai mengajak berbicara dengan buah hatimu. Kamu juga bisa mendorong pengasuh lain untuk melakukan hal yang sama. Berbicara banyak kepada si kecil adalah bentuk penting 'nutrisi linguistik' dan akan memupuk pertumbuhan bahasa.
2. Kualitas
Ketika kita berada di sekitar bayi, kita cenderung menggunakan gaya bicara yang merdu dan merdu, yang sering disebut 'baby talks' atau 'infant-directed speech’. Penelitian mendukung penggunaan baby talk, yang dapat membantu pertumbuhan bahasa. Para peneliti telah menggunakan alat pelacak kata, menemukan bahwa bayi yang tidak cukup mendengar 'baby talk' menunjukkan pertumbuhan bahasa yang lebih lambat. Nantinya anak-anak kurang siap saat masuk TK. Jangan berbicara dicadel-cadelkan akan mempengaruhi kemampuan si bayi pula.
3. Mulai dari awal
Tak lama setelah lahir, bayi dapat membedakan bahasa mereka sendiri dengan bahasa lain. Termasuk membedakan suara ibu mereka dengan suara orang lain. Semua ini dikarenakan mereka telah 'menguping' pada ibunya selama kehamilan. Mereka sudah ‘bertemu’ ibunya sebelum bertemu langsung dan bayi siap untuk belajar dari ibunya. Jadi jangan tunggu sampai anak mengucapkan kata pertamanya untuk memulai percakapan. Bayi sudah siap belajar dari awal. Yang dibutuhkan adalah ibunya.
Baca Juga:
4. Pengembangan kemampuan
Beberapa jenis kata membantu anak-anak mengembangkan bahasa, beberapa tidak. Ucapan yang ditujukan kepada bayi benar-benar meningkatkan perkembangan bahasa. Jadi ketika kamu mengunjungi fasilitas penitipan anak atau mewawancarai pengasuh, periksalah dengan baik apakah pengasuh ini aktif berbicara kepada anak atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa percakapan tidak sengaja, dari TV atau sumber suara lainnya tidak membantu. Anak-anak belajar bahasa paling baik melalui interaksi sosial sehari-hari.
5. Membaca buku
Bayi yang orang tuanya lebih banyak membaca buku bersama akan memiliki kosa kata yang lebih banyak. Tetapi, ini bukan tentang membuat anak membaca secara mandiri sedini mungkin. Namun ini tentang mendengarkan cerita dan mendengar kata-kata dan kalimat baru dalam konteks yang menarik. Jadi ketika membaca, alih-alih mengajarkan abjad, cobalah untuk fokus pada kegembiraan. Buku sering membawa anak-anak kita ke dunia lain, memperkenalkan mereka pada serangkaian kata dan kosa kata yang sama sekali baru. (lgi)
Baca Juga:
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Masalah Anak Picky Eater Ternyata Bisa Diatasi Lewat Permainan Sensorik
Mengintip Keseruan Anak-anak Bermain Air Aliran Sungai Ciliwung Jakarta
Suka Cita Ratusan Anak Ikuti Sunatan Massal di Gedung DPR Jakarta
Atiya Purnomo Rilis Lagu ‘Ayo Garuda’, Persembahan Semangat untuk Timnas Indonesia