4Hal Ini Ternyata Buat Kulitmu Cepat Berkerut

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 13 September 2019
4Hal Ini Ternyata Buat Kulitmu Cepat Berkerut

Banyak hal yang tidak kamu sadari ternyata bisa merusak kulit (Foto: Pixabay/OpenHeartsProject)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH enggak kamu merasa sudah merawat kulit sampai maksimal tapi ternyata hasilnya tidak ada sama sekali? Jangan buru-buru menyalahkan produk perawatanmu. Karena bisa jadi kegiatan yang sehari-hari kamu lakukan adalah penyebab utamanya. Banyak juga faktor yang tidak kamu sadari ada di sekitarmu dan dapat merusak kulit.

Melansir dari goodhousekeeping.com, mengonsumsi kafein, kondisi udara dan waktu tidur tidak teratur menjadi salah satu penyebabnya. Kamu juga harus berhati-hati meregangkan otot wajah. Jika dilakukan terlalu sering dan berlebihan bisa merusak kulitmu secara permanen.

Baca juga:

Cara Jitu Tangani Anak yang Sedang Demam

Apa saja ya kira-kira kegiatan yang tanpa disadari bisa merusak kulit? Yuk intip ulasan berikut ini.

1. Terlalu banyak mengonsumsi garam

Sodium dalam garam mampu menyerap cairan dalam tubuh (Foto: Pixabay/andreas160578)
Sodium dalam garam mampu menyerap cairan dalam tubuh (Foto: Pixabay/andreas160578)

Setiap hari rasanya ada saja keinginan kita untuk mencoba kuliner baru. Makanan yang asin juga cocok di lidah hampir semua orang. Pilihan menu beragam akan membuatmu semakin ingin mencoba semuanya.

Tapi tahukah kamu kandungan sodium di dalam garam ternyata memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit. Sodium mampu menyerap cairan dalam tubuh termasuk di permukaan kulit. Akibatnya kulitmu akan terlihat kering dan kusam.

2. Mengerutkan Kulit

Sering mengerutkan kulit bisa menyebabkan kerusakan permanen (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)
Sering mengerutkan kulit bisa menyebabkan kerusakan permanen (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Tertawa terlalu berlebihan, menangis dan marah dikategorikan sebagai mengerutkan kulit. Membuat ekspresi tertentu akan melibatkan pergerakan otot-otot pada wajah.

Baca juga:

Kelapa, 'Superfood' yang Gurih Bagi Tubuh

Jika kamu tidak bisa mengontrol hal tersebut, kulit wajahmu akan semakin kendur dan tidak bisa kembali ke posisi semula. Berbeda dengan otot yang cenderung fleksibel dan bisa digerakan dengan bebas. Elastisitas kulit perlu dijaga. Jangan sampai wajah kita tua duluan!

3. Perokok Pasif

Nikotin berpotensi mempercepat proses kerut (Foto: Pixabay/klimkin)
Nikotin berpotensi mempercepat proses kerut (Foto: Pixabay/klimkin)

Rokok memang menyebabkan banyak kerusakan pada organ tubuh termasuk kulit. Kamu mungkin bukan perokok aktif. Tetapi sering berada di tempat dengan kepulan asap rokok berpotensi merusak tubuhmu. Kulit tidak boleh terkena kandungan nikotin karena mempercepat proses penuaan pada epidermis.

4. Waxing

Mencabut bulu secara paksa bisa melukai pori-pori (Foto: Pixabay/groupon.com.au)
Mencabut bulu secara paksa bisa melukai pori-pori (Foto: Pixabay/groupon.com.au)

Biasanya perempuan sangat rutin melakukan waxing. Mencabut bulu-bulu di sekitar wajah, ketiak atau kaki memang umum dilakukan untuk menunjang penampilan.

Tapi, ternyata melakukan waxing terlalu sering sangat merusak pori-pori kulit. Akar rambut yang dicabut secara paksa akan menyebabkan luka kecil pada pori-pori. (mar)

Baca juga:

Cocok Jadi Teman Curhat, Ini 5 Zodiak yang Paling Peka dan Sensitif

#Tips Kecantikan #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan