4 Tradisi Ekstrem di Dunia
Harakiri dilakukan karena rasa malu akan kekalahan dan simbol kesetiaan antar prajurit. (Foto: Pinterest)
Setiap negara memiliki tradisi yang berbeda, tergantung pada lingkungan geografis dan status sosial. Tradisinya kadang cenderung ekstrem. Tidak percaya? Lihat saja 4 tradisi ekstrem dari seluruh penjuru dunia berikut ini.
1. Harakiri (Jepang)
Bagi yang suka dengan film Samurai pasti tahu tradisi ini. Harakiri berasal dari kata "hara" yakni perut, dan "kiri" yang artinya memotong. Tradisi ini merupakan tradisi kebanggaan orang Jepang. Disebut Juga Seppuku, Harakiri merupakan tradisi bunuh yang dilakukan oleh samurai, prajurit Jepang pada dahulu kala.
Harakiri dilakukan karena rasa malu akibat kalah dari perang. Bukti kesetiaan sesama prajurit juga menjadi alasan tradisi ini dilakukan. Tradisi bunuh diri ini dilakukan dengan merobek perut dengan pedang kecil. Jika merasa sakit, samurai yang melakukan Harakiri ditemani Kaishakunin, seseorang yang bertugas memenggal kepalanya.
2. Sati (India)
Saat seorang istri ditinggal suami, pasti akan merasa sedih. Di India, wanita yang memiliki kasta tinggi membakar diri mereka hidup-hidup sebagai bukti kesetiaan terhadap suaminya.
Wanita yang melakukan Sati lebih memilih membakar diri hidup-hidup daripada disalahkan oleh orang lain karena menjadi penyebab kematian sang suami. Tak hanya bagi istri, kabarnya tradisi ini juga berlaku bagi istri simpanan, ipar bahkan ibu. Pada saat pembakaran jenazah suami, sang istri akan ikut dalam pembakaran tersebut.
3. Foot Binding (Tiongkok)
Foot binding adalah tradisi mengikat kaki yang dilakukan kaum wanita di Tiongkok. Tradisi ini dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan pada kaki yang dipercaya semakin kecil kaki, wanita akan semakin cantik.
Dimulai sejak usia antara 4 hingga 7 tahun, tradisi ini dilakukan dengan cara membalut kaki menggunakan kain dengan begitu ketat. Keempat jari dilipat ke bawah kaki dan menarik ibu jari hingga dekat tumit. Selama berhari-hari kaki akan dibalut ketat, dan juga dipaksakan menggunakan sepatu ukuran kecil agar kaki semakin mengecil.
4. Sky Burial (Tibet)
Suku Tibet di Asia tengah bermukim dipegunungan setinggi 4.900 meter di atas permukaan laut. Karena kondisi geografis, tempat mereka bermukim tidak ada tanah lembut untuk mengubur jenazah. Ketika ada yang meninggal, jenazah orang tersebut akan didiamkan agar dimakan oleh burung pemakan bangkai.
Agar lebih mudah untuk dimakan sang burung, jenazah akan dipotong terlebih dahulu agar lebih mudah dipotong. Masyarakat Tibet juga percaya dengan dimakan burung, roh orang yang meninggal tersebut akan kekal di pegunungan Tibet bersama para burung.
Baca juga artikel 5 Boneka Aneh Berwajah Menakutkan
Bagikan
Berita Terkait
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Analisa Psikologi Forensik: Diplomat Arya Bunuh Diri karena Burn Out
Tidak Ada Kandungan Racun-Narkoba-Alkohol di Tubuh Diplomat Arya, Cuma Paracetamol dan Chlorpheniramine
Tidak Temukan Unsur Pidana, Polisi Umumkan Diplomat Arya Tewas Bunuh Diri
Diplomat Arya Pernah 2 Kali Kirim Email Ingin Bunuh Diri, Tahun 2013 dan 2021