Kesehatan

4 Makanan Diperkaya Sifat Anti-depresan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 07 November 2022
4 Makanan Diperkaya Sifat Anti-depresan

Setiap orang pasti pernah merasa depresi, namun tidak tahu bgaiaman cara untuk mengatasinya. (Foto: pexels/Nathan Cowley 897817)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERASAAN sedih dan tertekan pasti pernah dirasakan oleh siapa saja. Tanpa disadari lama kelamaan bisa menyebabkan depresi. Namun, kamu bisa mengurangi perasaan tersebut dengan mengonsumsi makanan dengan sifat anti-depresan.

Dikutip dari Pinkvilla, ada beragam makanan sehat yang mengandung serotonin kimia untuk meningkatkan mood, membuat otak lebih aktif, mengatasi gangguan mood dan melawan depresi tanpa mengganggu kesehatan kamu . Apa saja ya?

Baca Juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

1. Chia seed

Chia seed diperkaya dengan banyaknya kandungan bernutrisi. Seperti omega 3, asam amino, zat besi, dan vitamin B yang penting untuk fungsi kognitif yang lancar. Biji ini memastikan fungsi neurotransmitter yang optimal dan membantu memproduksi serotonin dalam tubuh. Tentunya hal tersebut juga bisa membuat suasana hati kamu baik dan bisa membantu mengurangi tanda-tanda depresi.

Dengan mengonsumsi chia seed, kamu bisa mendapatkan banyak nutrisi yang membantu membuat suasana hati kamu baik. (Foto: Pexels/Delphine Hourlay)


2. Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan sumber yang luar biasa dari berbagai nutrisi, seperti karbohidrat dan diperkaya lebih lanjut dengan L-triptofan yang disebut-sebut bisa membantu mencegah kecemasan dan depresi. Kemudian, ubi jalar tidak hanya menjaga kadar gula darah tinggi, namun juga membantu memerangi stres. Ada baiknya untuk mengonsumsi ubi jalar ketika kamu sedang merasa melankolis.

Baca Juga:

Junk Food dapat Membuat Seseorang Jadi Depresi!

3. Brokoli

Sayuran sederhana ini nyatanya mengandung nutrisi penting yang berfungsi untuk kelancaran fungsi tubuh. Mulai dari vitamin B6 dan protein hingga kalsium, brokoli mengandung semua nutrisi penting yang menonjol untuk meningkatkan relaksasi dan suasana hati yang bahagia. Kamu bisa mengonsumsi brokoli saja atau menumisnya dengan sayuran lain untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Terdapat beberapa makanan yang mengandung sifat anti-depresan untuk kamu konsumsi saat sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Pexels/Cats Coming)


4. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan seperti almond, kacang mete, kacang tanah, dan kenari dikenal kaya akan lemak bergizi, serat, dan asam amino seperti triptofan yang membuat kamu tetap ceria. Tidak hanya itu, kacang-kacangan dan biji-bijian ini juga mampu meningkatkan suasana hati kamu sekaligus mengurangi stres dan depresi. Kacang-kacangan dan biji-bijian disebut-sebut paling baik untuk menghasilkan otak yang sehat dan menghasilkan suasana hati bahagia. (yos)

Baca Juga:

Diet Sehat Bantu Lawan Depresi Pada Pria Muda

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan