4 Kesalahan saat Pertama Kali Membeli Rumah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 September 2019
4 Kesalahan saat Pertama Kali Membeli Rumah

Kesalahan sering terjadi bagi para pembeli rumah untuk pertama kalinya. (Foto: Pixabay/Giovannicg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA kamu sudah menikah, bahkan sebelum menikah, rumah menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki. Baik itu membeli rumah di suatu wilayah atau membangun rumah sendiri mulai dari awal. Selain menjadi kebutuhan pokok, rumah bisa dijadikan investasi jangka panjang.

Bagi kamu yang ingin membeli rumah untuk pertama kalinya, tentu banyak persiapan dan pertimbangan demi mendapatkan hunian yang nyaman. Mulai dari lokasi, harga, bentuk arsitekturnya, dan berbagai macam hal lainnya. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan bagi orang yang baru pertama kali membeli rumah.

Baca Juga:

Tips Menata Rumah untuk Meminimalisir Dampak Gempa Bumi

1. Tidak mencari saran dari ahli

(Foto 1) Lebih baik mencari saran dari para ahli. Foto by Pixabay FreePhotos
Lebih baik mencari saran dari para ahli. (Foto: Pixabay/FreePhotos)

Walaupun sekarang teknologi sudah canggih dan kamu bisa mencarinya lewat media daring, alangkah lebih baik jika kamu bertemu langsung dengan mereka yang mengerti dan ahli tentang properti. Keuntungan lainnya adalah kamu akan mendapatkan relasi jika mereka memperkenalkan kamu dengan ahli properti lainnya. Ini akan membuatmu tambah yakin dengan rumah pilihanmu. Mereka yang ahli bisa dinilai dari banyaknya pengalaman, berapa banyak properti yang mereka punya, dan mungkin bisa dilihat dari rumah yang mereka tempati saat ini.


2. Membandingkan harga

(Foto 2) Melakukan perbandingan harga rumah yang satu dengan yang lain. Foto by Pixabay Pasja1000
Melakukan perbandingan harga rumah yang satu dengan yang lain. (Foto: Pixabay/Pasja1000)

Kesalahan lainnya adalah kamu tidak membuat suatu kesepakatan penawaran harga. Biasanya, calon pembeli hanya akan mengajukan penawaran jika mereka benar-benar serius untuk membelinya. Jika hal ini dilakukan, kamu tidak bisa membuat perbandingan harga yang sesuai. Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, sebaiknya mencari tahu harga di tempat lain sebagai perbandingan. Siapa tahu bisa menemukan harga yang ideal dan terjangkau.

Baca Juga:

Jarang Terpikirkan, Peralatan Rumah Tangga Ini Mengandung Bakteri Paling Banyak

3. Tidak memperhatikan kondisi sekitar rumah

(Foto 3) Perhatikan kondisi bangunan dan lokasi rumahmu nanti. Foto by Pixabay kirkandmimi
Perhatikan kondisi bangunan dan lokasi rumahmu nanti. (Foto: Pixabay/kirkandmimi)

Ketika pertama kali mengunjungi rumah yang akan dibeli, banyak orang langsung terpesona dengan penampilan luar rumah dan tidak mencari tahu kondisi sekitar rumah. Misalkan kondisi cat tembok, halaman, lokasi, dinding, dan lainnya. Memastikan kualitas bangunan merupakan aspek penting ketika ingin membeli rumah. Yang tak kalah pentingnya adalah lokasi. Kamu harus mempertimbangkan apakah lokasi rumahmu nanti dekat dengan fasilitas umum, pedagang kaki lima, ruko, tempat ibadah, rawan banjir, dan kepentingan lainnya. Alangkah baiknya jika melakukan survei terlebih dahulu.


4. Emosional

(Foto 4) Pastikan ada orang ketiga saat melakukan proses transaksi. Foto by Pixabay AhmadArdity
Pastikan ada orang ketiga saat melakukan proses transaksi. (Foto: Pixabay/AhmadArdity)

Jika kamu jatuh cinta dengan suatu hunian, di sini, emosionalmu bisa sangat dipengaruhi. Bahkan tak tanggung-tanggung, kamu mengeluarkan uang sebesar apa pun demi mendapatkan hunian tersebut. Perlu seseorang yang mendampingimu seperti istri atau pihak keluarga ketika proses transaksi. Pihak ketiga tersebut bisa saja mempengaruhimu untuk mempertimbangkan kembali apakah sudah yakin atau belum. Pikirkan baik-baik dan jangan mudah terkecoh. (And)

Baca Juga:

Ini Tren Terbaru Untuk Desain Interior Rumah

#Perumahan #Hunian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Siapkan Akad 71 Ribu Rumah Bersubsidi di Pusatkan di Malang
Pelaksanaan akad massal rumah subsidi tersebut melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang telah digelar pemerintah dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Akad 71 Ribu Rumah Bersubsidi di Pusatkan di Malang
Indonesia
Kolaborasi Habitat for Humanity dan Pemkab Sragen Dorong Hunian Layak bagi 101 Keluarga
Habitat for Humanity Indonesia dan Pemkab Sragen membantu 101 keluarga meningkatkan kualitas hunian melalui program BSPS dengan total dukungan Rp40 juta per keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kolaborasi Habitat for Humanity dan Pemkab Sragen Dorong Hunian Layak bagi 101 Keluarga
Berita Foto
Dua Show Unit Allurea Type E Lengkapi Pilihan Hunian Asthara Skyfront City
Kunjungan show unit Allurea Type E tipe terbaru di Cluster Allurea Extension, Tangerang (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Dua Show Unit Allurea Type E Lengkapi Pilihan Hunian Asthara Skyfront City
Indonesia
KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat
Maruarar Sirait mengungkap perkembangan KPP, BSPS, FLPP hingga kebijakan BPHTB dalam upaya memperluas akses hunian layak dan terjangkau.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat
Indonesia
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri ke Hambalang. Hal itu membahas rumah layak huni bagi masyarakat.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Indonesia
3.784 Hunian Siap Dibangun di Manggarai, Tinggal di Tengah Jakarta makin Dekat dengan KRL
Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan tersebut mulai dikembangkan menjadi hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
3.784 Hunian Siap Dibangun di Manggarai, Tinggal di Tengah Jakarta makin Dekat dengan KRL
Indonesia
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Hashim mengantisipasi adanya pihak yang membeli hunian dalam jumlah besar, terutama jika kualitas bangunan dan lokasinya membuat nilai properti meningkat tajam.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Indonesia
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Kesuksesan Program 3 Juta Rumah tidak boleh hanya diukur dari megahnya kuantitas bangunan fisik di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Indonesia
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Pemprov DKI akan membangun 11 rusun tahun depan. Berikut ini adalah daftar lokasinya.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Indonesia
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Sebanyak 30 persen warga Papua belum memiliki hunian layak. Mendagri Tito Karnavian pun mengajak swasta untuk ikut turun tangan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Bagikan