4 Kebebasan pada Anak sebelum Menjadi Dewasa

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 03 November 2022
4 Kebebasan pada Anak sebelum Menjadi Dewasa

Anak akan melewati tahapan-tahapan yang membuat mereka memasuki kedewasaan. (freepik/pch vector)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAMA seperti tanaman, manusia akan terus bertumbuh apabila dirawat dan diasuh dengan baik. Tidak selamanya seorang anak akan selalu menjadi anak-anak, namun mereka akan tumbuh menjadi remaja, dan dewasa.

Dikutip dari lifehacker, menurut psikolog dan pakar pengasuhan anak Dr. Carl Pickhardt, menyatakan bahwa masa remaja akan lebih sulit dibandingkan dengan masa kanak-kanak.

Dalam bukunya, Pickhardt membagikan empat tahap atau kebebasan untuk mengantisipasi anak-anak tumbuh menjadi pribadi mereka sendiri. Apa saja ya empat tahapan kebebasan tersebut?

Baca Juga:

Memupus Kesenjangan Digital dalam Pendidikan Anak-Anak

anak
Anak akan berkembang dan menunjukan tingkat kedewasaannya. (Pexels/Ketut Subiyanto)


Kebebasan dari penolakan


Tahap ini biasanya terjadi sekitar akhir tahun sekolah dasar. Anak-anak akan memiliki kecenderungan untuk berhenti bertingkah seperti anak-anak dan mereka ingin merasa seperti orang yang sudah dewasa. Menurut Pickhardt, seorang anak tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil lagi dan akan menjadi sedikit lebih bersikeras pada apapun yang mereka inginkan.


Kebebasan bergaul dengan teman sebaya


Perlu diketahui bahwa tahap ini biasanya terjadi di sekitar sekolah menengah, ketika anak-anak ingin membentuk keluarga baru dengan teman-teman sebayanya. Terlebih masa anak-anak merupakan masa kasih sayang dan ketika sudah remaja, maka anak mulai menjauh dengan hal itu. Di sisi lain, pada saat tumbuh remaja, kamu akan berhubungan dengan teman sebaya dan melihat seperti apa mereka akan bertumbuh.

Baca Juga:

Ini Cara Membuat Anak-Anak Menyukaimu

anak
Dari membentuk pertemanan sebagai keluarganya, hingga menunjukan kebebasan mengambil keputusan. (Pixabay/devanocturno)


Kebebasan menjadi orang yang lebih tua


Kebebasan ini terjadi selama tahun-tahun sekolah menengah. Biasanya remaja memiliki keinginan untuk mencoba melakukan aktivitas-aktivitas yang lebih dewasa dibandingkan dengan usia mereka saat itu. Biasanya mereka akan mencoba untuk berpakaian yang tidak sesuai umur mereka pada biasanya. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki keinginan untuk berpakaian seperti teman-teman sebaya mereka.


Kebebasan melepaskan diri dari orangtua


Mulai dari remaja menjadi dewasa, menuju ke perguruan tinggi, dan akhirnya memutuskan untuk menjadi otoritas penguasa. Biasanya masa remaja dimulai dengan kehilangan. Bagi orang tua, hal tersebut sama halnya dengan kehilangan anak. Namun, bagi anak hal tersebut merupakan suatu tindakan yang berani. Sulit bagi mereka untuk melepaskan sesuatu hal yang sudah akrab dan nyaman. Hal tersebut merupakan bagian dari proses pertumbuhan untuk menjadi individu yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. (yos)

Baca Juga:

Anak-Anak Kelahiran 2021 Lebih Banyak Berhadapan dengan Bencana

#Lipsus November Anak-anak #Parenting #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Bagikan