Kecantikan

4 Cara Memiliki Kulit Cerah Tanpa Skincare

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 07 Juli 2022
4 Cara Memiliki Kulit Cerah Tanpa Skincare

Kulit cerah bisa kamu dapatkan asalkan memiliki pola hidup sehat. (Foto: Unsplash/Nick Arnot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMAKAI skincare bukan satu-satunya jalan agar kamu bisa memiliki kulit cerah. Kebiasaan dan pola hidup sehat yang kamu jalani yang akan memengaruhinya.

Sejatinya apabila kamu memiliki kulit sehat karena menjaga pola hidup yang benar maka otomatis kulit kamu terlihat cerah. "Kulit bercahaya adalah kulit yang lembap dan lembut tidak kusam, kering atau bersisik," kata Tina Funt dari Schweiger Dermatology Group.

Baca Juga:

Mengenal Kaitan Kualitas Tidur dan Kulit Glowing

Mengonsumsi Vitamin C bisa kulit kita tetap sehat dan bersinar. (Foto: Pixabay/Photo Mix)

Banyak faktor yang menyebabkan kulit kehilangan keindahannya seperti kondisi terpapar sinar matahari, polusi, pola makan, tembakau, dan sebagainya. Oleh karena itu, segera jalani pola hidup yang baik untuk mencerahkan kulit kamu tanpa rutin memakai skincare.

Seperti yang dimuat dalam laman The List, empat pola hidup sehat ini akan memberikan kecerahan maksimal pada kulit kamu, misalnya:

1. Banyak makan buah tinggi vitamin C

Vitamin C adalah salah satu kandungan penting yang dibutuhkan untuk merawat kulit. Bukan hanya dapat memenuhi nutrisi, tetapi kandungan ini memang kaya manfaat untuk menjaga kesehatan kulit.

Menurut Healthline, manfaat mengonsumsi vitamin C untuk kulit termasuk meringankan bintik hitam dan membuat kulit kita terlihat lebih rata, dan memancarkan cahaya yang membuat kita terlihat awet muda.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Agar memiliki kulit sehat bercahaya kamu memerlukan makanan yang mengandung antioksidan tinggi untuk memerangi radikal bebas penyebab penuaan kulit dan memperbanyak kolagen di kulit. Kita bisa mendapatkan semua zat gizi ini dari makanan sehat seperti tomat, wortel, sayuran hijau, anggur, alpukat, minyak zaitun, madu, hingga kacang almond yang kaya akan vitamin E.

Selain itu, jaga kesehatan kulit dengan mengurangi mengonsumsi makanan tinggi garam, minuman bersoda dan alkohol, serta makanan yang digoreng.

Baca Juga:

Stres Saat WFH Sebabkan Alergi Kulit?

Waktu tidur yang cukup membantu menjaga kulit tetap bersinar. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

3. Banyak minum air putih

Penting untuk mengonsumsi banyak cairan seperti air putih agar kulit tetap terjaga kelembapan dan kelembutannya. Namun, hindari minum alkohol karena membuat kulit kering dan kasar, sehingga membuat wajah terlihat lebih tua dari umurmu yang sebenarnya.

4. Tidur yang cukup

Tidur selama 7-8 jam tiap malam membantu tubuh memproduksi kembali kolagen yang hilang. Selain itu, aliran darah yang lebih lancar saat tidur juga membantu kulit tetap terjaga kelembapannya.

Oleh karena itu, kualitas tidur malam sangat penting untuk kesehatan kulit. Memiliki durasi tidur yang cukup juga menghindari lingkaran hitam di bawah mata. (mrf)

Baca Juga:

Kecerdasan Emosional Mampu Atasi Stres Kerja

#Kecantikan #Kesehatan Kulit #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan