3 Tanda Kamu Kelebihan Gula, Segera Batasi Asupannya
Ilustrasi gula. (Pexel/Suzy Hazelwood)
MerahPutih.com - Konsumsi gula harian harus dibatasi agar risiko terkena berbagai penyakit, terutama diabetes, berkurang. Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar perempuan mengonsumsi tidak lebih dari enam sendok teh gula sehari.
Sementara untuk pria, paling banyak hanya direkomendasikan mengonsumsi gula sebanyak sembilan sendok teh. Ini berarti tidak lebih dari 25-36 gram atau sekitar 100-150 kalori gula sehari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan mengonsumsi gula maksimal 50 gram, tetapi sebaiknya tidak lebih dari 25 gram gula per hari. Pertanyaannya, apakah konsumsi gula kamu sekarang ini sudah berlebihan?
Laman Vogue memaparkan tiga tanda tubuh kamu sudah kelebihan mengonsumsi gula, antara lain:
Baca juga:
1. Berat badan naik dan rasa lapar terus menerus
Bukan rahasia lagi bahwa gula mengandung banyak kalori. Namun, ada alasan lain mengapa gula membuat berat badan bertambah cepat.
"Jika Anda makan terlalu banyak gula, Anda akan terus-menerus merasa lapar," kata Dr. Lela Ahlemann, spesialis dermatologi, flebologi, proktologi, dan kedokteran nutrisi.
Gula meningkatkan kadar glukosa darah dalam jangka pendek, tetapi tidak memiliki efek mengenyangkan yang bertahan lama karena kurangnya serat.
"Rasa lapar yang terus-menerus dan makan terus-menerus yang diakibatkannya pada akhirnya menyebabkan penambahan berat badan."
Baca juga:
2. Jerawat
Saat kita mengonsumsi gula, tidak hanya kadar insulin yang meningkat, tetapi juga hormon dalam darah yang disebut faktor pertumbuhan mirip insulin 1, atau disingkat IGF-1. Insulin, IGF-1 merangsang kelenjar sebasea dan keratinisasi berlebihan di area kelenjar sebasea. "Yang menyebabkan kelenjar tersebut tersumbat dan menyebabkan jerawat serta peradangan," katanya.
3. Keinginan dan perubahan suasana hati
Peningkatan kadar glukosa yang tinggi dalam darah menyebabkan pelepasan insulin. Kondisi ini sering kali begitu kuat, sehingga gula darah tidak turun ke tingkat normal, tetapi di bawah 'tingkat dasar'.
"Sehingga Anda mengalami hipoglikemia relatif, dan ini menyebabkan keinginan makan. Pada beberapa orang, ini juga menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah marah." (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya