MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan artileri yang dilancarkan militer Israel di kawasan zona konflik Lebanon, yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat diterima dan harus diusut secara menyeluruh.
Dalam peristiwa itu, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL gugur. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
“Pemerintah Indonesia menuntut dilaksanakannya investigasi secara menyeluruh atas insiden yang menyebabkan gugur dan terlukanya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon,” kata Djamari kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (2/4).
Baca juga:
PBB Lakukan Penyelidikan Kematian 3 Prajurit TNI Pasukan Perdamaian, Cek Lokasi Terhambat
Pemerintah juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan secara cepat, transparan, dan komprehensif terkait serangan tersebut.
“Pemerintah juga menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif, serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan,” ujarnya.
Selain itu, Djamari menekankan bahwa pihak yang berada di balik serangan harus diungkap dan dimintai pertanggungjawaban secara internasional.
Ia menilai serangan yang menewaskan prajurit TNI tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap komitmen dalam menjaga keselamatan pasukan perdamaian.
“Serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan Pasukan Perdamaian oleh pihak yang bertikai,” tegas Djamari, yang juga purnawirawan TNI berpangkat jenderal.
Baca juga:
Dubes Iran Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Anggota TNI
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB untuk bersatu dalam mengambil langkah tegas atas insiden ini, khususnya melalui Dewan Keamanan PBB.
“Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian,” tutup Djamari. (Knu)