3 Penyebab Rambut Rontok pada Perempuan, Bisa Diatasi Gak Sih?
Kemiri bisa picu kerontokan rambut. (foto: unsplash/Element5)
MerahPutih.com - Perempuan dapat kehilangan 50 hingga 100 helai rambut tanpa menyadarinya menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS). Walau rambut rontok mengintai, kondisi ini sebenarnya dapat diatasi.
Dilansir Euronews, ada tiga kondisi utama yang memicu rambut rontok. Masing-masing di antaranya membutuhkan penanganan berbeda.
Jenis kerontokan paling umum kerap terjadi pada perempuan ialah alopecia androgenik atau kerontokan rambut pola perempuan. Jenis kerontokan ini ditandai dengan pelebaran belahan tengah rambut dan penipisan bertahap di sepanjang ubun-ubun dan pelipis. Kondisi ini harus ditangani oleh dokter.
"Perubahan hormonal, seperti yang terlihat pada masa menopause atau gangguan tiroid, juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan. Sering kali ada komponen genetik," kata Dr. Zainab Laftah, konsultan dermatologis di Healthcare UK The Shard.
Baca juga:
Selamat Tinggal Rambut Rontok, Terapkan 5 Langkah Perawatan ini
Kemudian ada telogen effluvium, yakni bentuk kerontokan rambut sementara yang dipicu oleh kejadian membuat stres seperti penyakit, penurunan berat badan cepat, atau kehamilan mengakibatkan kerontokan folikel rambut secara berlebihan hingga memasuki fase telogen atau fase istirahat dari siklus pertumbuhan rambut. Setelah pemicu stres teratasi, rambut akan tumbuh kembali.
Kondisi ketiga adalah alopecia areata yang merupakan penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut. Penanganan dari dokter juga diperlukan untuk mengobati kondisi ini.
"(Kondisi ini) menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba dalam bentuk bercak-bercak kecil dan bulat di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya," kata Laftah. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya